oleh

Pemerintah Hanya Beri Vaksin yang Aman bagi Masyarakat

BERITA649.COM – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto  mengatakan vaksin segera mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat (Emergency Use Authorization – EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikat kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Pemerintah hanya menyediakan vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis sesuai rekomendasi  WHO,” kata Menkes dalam keterangannya di Media Center KPCPEN di Kantor Kemkominfo, hari ini (7/12/2020).

Acara ini dihadiri  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Retno Marsudirini serta Menteri Komunikasi dan Informasi Johny G Plate.

Setelah mendapatkan EUA, vaksin didistribusikan secara berjenjang. Mulai pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Distribusi  dengan prosedur Cara Distribusi Obat yang Baik (CPOB) untuk menjamin kualitas vaksin.

BACA JUGA: Kematian Dokter Naik 300 Persen

Pemerintah juga telah menetapkan kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19. Tahap pertama  akan diutamakan bagi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Tim Sistem Informasi KPCPEN akan menyiapkan data sasaran  dengan indikator nama dan alamat.

Menteri Koordinator Perekonomian selaku Ketua Komite Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartanto mengatakan pemerintah telah menyiapkan dua skema pendistribusian vaksin.

Pertama, vaksin program pemerintah yang diberikan secara gratis. Kedua,  vaksin mandiri yang akan tersedia berbayar. Peraturan ini akan dikeluarkan dalam waktu dekat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan pendanaan sebagian akan didanai APBN. Sebagian dibiayai secara mandiri. (ad/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA