oleh

Pemasaran Digital Dongkrak Produk Lokal

BERITA649.COM – Delapan bulan lebih pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Namun, UMKM masih mampu bertahan. Bahkan, berkembang dengan sejumlah inovasi.

Profesional, kolaborasi dengan berbagai pihak. Memanfaatan teknologi digital jadi jurus yang banyak dipakai UMKM lokal untuk mendongkrak penjualan produk.

Denden Sofiudin, pemilik usaha kopi di Temanggung membuktikan jurus yang kini banyak digunakan para pelaku UMKM di tengah masa sulit. Denden merintis usahanya sejak 2015.

Ia membuat Rumah Kopi Temanggung untuk memfasilitasi hasil panen kopi dan tembakau para petani lokal.

“Secara pengetahuan saya sama sekali blank. Saya tidak punya basic orang kopi. Tetapi saya punya pengalaman sehari-hari di dunia digital. Saya coba menawarkan di online. Responnya bagus,” kata Denden dalam Webinar KPCPEN dengan tema “Pandemi dan Peluang Bisnis Berbasis Kearifan Lokal” (27/11/2020).

Setelah sukses, Denden mengajak beberapa teman melakukan hal  sama. Ia turun tangan  mengajari teman-temannya memanfaatkan teknologi yang banyak tersedia secara gratis.

“Saya buatkan mereka titik-titik di google maps, dengan kata-kata yang harus ada Kopi Temanggung. Siapapun yang lewat Temanggung dan mau mencari, tinggal di-searching. Lalu silakan dipilih pegiat mana yang mau dituju sesuai selera,” jelasnya.

Usahanya memasarkan secara digital berbuah manis meski dalam masa pandemi. Diakui Denden, nyaris secara keseluruhan penjualan produk rumah kopi Temanggung dilakukan secara online.

“Distribusi dan penjualan rumah kopi Temanggung itu, nyaris 95 persen semuanya online,” sambungnya.

Wakil Sekjen International Council for Small Business, Satya Bilal mengatakan tak cukup jika hanya mengandalkan penjualan lewat daring.

Banyak sektor kreatif yang tumbuh. Banyak UMKM yang tumbuh. Ada brand lokal, sociolla setelah 5 tahun bisa ekspansi sampai Vietnam.

Selain meningkatkan kualitas berbasis kearifan lokal, Satya mendorong pelaku usaha harus dapat memanfaatkan digital dalam memasarkan produk.

Namun, memanfaatkan teknologi digital saja tidak cukup. Para pelaku UMKM harus dapat memanfaatkan enam hal.

Yakni, mencari dan menambah akses keuangan (pinjaman/modal), meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (karyawan), berkolaborasi, berinovasi, membuat laporan keuangan secara profesional, dan memanfaatkan fasilitas digital.

Harus menjadi pelaku yang lebih profesional. Lebih memiliki sense usaha dari sebelumnya. Kalau sebelumnya dapat dana Rp 100  sudah cukup, bagaimana bisa mengejar lebih dari Rp 100.

“Bukan pelit, bukan berhemat. Tapi lebih tepat sasaran, tepat guna dalam penggunaan anggaran,” terang Satya.

Dia juga menyarankan para pelaku UMKM tidak malas berhitung anggaran yang digunakan, kebutuhan modal dan juga keuntungan yang bakal diraih. (*)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA