oleh

Pedagang Jalan KHA Dahlan Minta Diperbolehkan Berjualan

YOGYAKARTA – Sejak seminggu terakhir, lajur pejalan kaki sayap selatan di Jalan KHA Dahlan dibongkar. Pembongkaran ini merupakan program pedestrian kawasan penyangga Malioboro.

“Betul. Memang ada pengerjaan proyek di sepanjang Jalan KHA Dahlan,” terang Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Drs Tri Hastono kepada BERITA649.com, hari ini (19/9/2020).

Proyek pengerjaan berupa pemasangan block culvert dan tempat penanaman kabel fiber optic (FO). Dilanjutkan dengan pemasangan tegel. Pengerjaan proyek telah dilakukan seminggu lalu. Lokasi pertama yang digarap barat Hotel Yogya Kembali.

BACA JUGA: Barisan Gerbong Biru Pilih Suharsono-Totok Sudarto

Sampai hari ini, pengerjaan pengerukan sampai depan showroom sepeda motor di kampung Notoprajan.

Dampak pengerjaan ini, sebagian pedagang terpaksa tidak berjualan.  Karena lokasinya tidak memungkinkan dibuka lapak.

Suwandi, misalnya. Pedagang angkringan di depan SD Ngabean ini memilih libur. Jalan yang berlobang membuat gerobak tidak bisa dibuka.

“Sementara tidak berjualan dulu,” katanya.

Namun, Suwandi berencana pindah berjualan di jalan kampung. Lokasinya berjarak sekitar 30 meter dari lokasi awal. Berbeda dengan Feri, penjual pisang aroma. Ia tetap berjualan. Alasannya masih ada lahan yang cukup untuk membuka lapak.

BACA JUGA : Wawali Puji Kampung Suronatan Tangani Covid-19

“Tapi kalau nanti tidak memungkinkan, saya juga libur,” katanya.

Toni, pemilik lesehan di depan Balaikota Lama juga harus menyesuaikan diri. Suwandi, Feri dan Toni melontarkan pertanyaan sama. Apakah setelah proyek selesai masih dapat berjualan di Jalan KHA Dahlan?

Saat dikonfirmasi, Tri Hastono yang akrab disapa Kelik ini belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari instansi terkait.

“Nanti saya tanyakan dulu,” katanya. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA