oleh

PBTY jadi Agenda Wonderful Indonesia

Tak terasa, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) bakal hadir lagi. Rencananya, PBTY  2020 akan digelar 2-8 Februari.  Bagaimana kesiapannya? Apa saja yang akan disuguhkan?

——————–

HOUSE OF POTEHI: Salah satu konten PBTY yang menarik 94perhatian masyarakat.

PEKAN Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) adalah acara tahunan. Dilaksanakan bersamaan dengan datangnya Tahun Baru Imlek. Tahun 2020 adalah gelaran PBTY ke – 15 sejak kali pertama dilaksanakan tahun 2006.

Tahun Baru Imlek 2020 adalah “Tahun Tikus”.  Tahun Baru Cina pada tahun 2020 berlangsung  sejak 25 Januari hingga 11 Februari 2021. Lokasi penyelenggaraan PBTY tetap dipusatkan di  Kampung Pecinan Ketandan, Malioboro Yogyakarta.

Acara yang disuguhkan pada Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2020 tidak berbeda jauh dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Diawali karnaval di sepanjang Jalan Malioboro tanggal 2 Februari. Pawai ini sekaligus menandai dimulainya PBTY yang rencananya akan dibuka Gubernur Sultan HB X.

Juga ada  atraksi kesenian khas Tionghoa, panggung budaya dan festival kuliner. Pada PBTY 2020 juga akan dilaksanakan soft launching  Rumah Budaya Tionghoa Ketandan. Rumah Budaya adalah pembeda penyelenggaraan PBTY. Rumah Budaya baru ada pada PBTY 2020.

“Pembeda pelaksanaan PBTY 2020 dengan even sebelumnya adalah Rumah Budaya. Di tempat  ini akan diselenggarakan berbagai kegiatan. Ada pameran, ada workshop sekaligus pengenalan budaya Tionghoa yang dicampur dengan budaya Jawa,” terang Ketua Pelaksana PBTY Tri Kirana Muslidatun yang akarab disapa Ana.

Ana mengatakan panitia telah audensi kepada Gubernur Sultan HB X di Gedhong Wilis Kepatihan, 26 November lalu. Sultan meminta Jalan Ketandan dapat dijadikan area Pecinan setiap tahun. Sultan juga berpesan agar penyelenggaraan PBTY melibatkan masyarakat agar  berkontribusi mewujudkan Ketandan sebagai kawasan Pecinan.

PBTY 2020 mengusung  tema “The Cultural Colours of Wonderful Indonesia”.  PBTY  telah menjadi agenda Wonderful Indonesia yang sebelumnya bersebutan Pesona Indonesia. Harapannya,  PBTY bisa menjadi agenda nasional pariwisata di Indonesia.

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA