oleh

Pasien COVID-19 Usia Lanjut Alami Delirium

BERITA649.COM – Delirium disebut-sebut menjadi gejala baru COVID-19. Penyakit ini diklaim banyak ditemukan pada pasien usia lanjut.

Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), dr  Fajar Maskuri SpS MSc mengatakan, delirium merupakan gangguan sistem saraf pusat berupa gangguan kognitif dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan.

Kondisi ini akibat disfungsi otak pada beberapa pasien COVID-19. Fajar mengungkap terdapat sejumlah gejala delirium.

Salah satunya kebingungan pasien COVID-19. Lalu, disorientasi, bicara mengigau, sulit konsentrasi, kurang fokus, gelisah, serta halusinasi.

BACA JUGA: Wapres Minta Pers Dukung Tagar #VaksinuntukNegeri

“Gejala-gejala itu munculnya fluktuatif dan biasanya berkembang cepat dalam beberapa jam atau beberapa hari,” kata Fajar seperti dilansir ugm.ac.id (17/12/2020).

Penyebab delirium karena multifaktor. Bisa karena kurangnya oksigen dalam tubuh (hipoksia). Faktor penyakit sistemik dan inflamasi sistemik, gangguan sistem pembekuan darah yang terlalu aktif, dan infeksi virus COVID-19 langsung ke saraf.

Mekanisme autoimun pasca infeksi dan endoteliitis memberi andil munculnya delirium. Namun intensitas lebih jarang dibandingkan mekanisme lain.

Seberapa sering delirium muncul pada pasien COVID-19? Fajar menjelaskan gangguan neurologis dapat terjadi sekitar 42.2 persen pasien.

Sementara manifestasi gangguan neurologis adalah nyeri otot (44.8 persen), nyeri kepala (37.7 persen), delirium (31.8 persen), dan dizziness (29,7 persen).

“Secara umum, delirium dialami sebanyak 13-19 persen pasien COVID-19,” terangnya.

Delirium banyak dijumpai pada pasien COVID-19 lansia. Bila ditemukan delirium pada pasien usia muda menandakan ada ensefalopati akibat gangguan pernafasan yang berat.

Delirium pada pasien COVID-19 berhubungan dengan kegagalan sistem multi-organ. Pasien COVID-19 dengan gejala berat berisiko empat kali lipat mengalami delirium.

“Kenali dan waspadai delirium yang dapat menjadi gejala awal COVID-19. Segera periksa ke pusat pelayanan kesehatan terdekat bila ada keluarga yang dicurigai mengalami kondisi delirium,” saran Fajar. (aza/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA