oleh

Pasar Prawirotaman, Pasar Megah di Jogja Selatan

BERITA649.COM – Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti meresmikan Pasar Prawirotaman. Ini adalah pasar tradisional dengan kemasan berbeda.

Aspek tradisional tetap dipertahankan. Namun, upaya memaksimalkan bisnis berbasis teknologi modern juga dilakukan di pasar ini.

“Ini adalah pasar rakyat yang sehat dan modern tanpa meninggalkan identitas kelokalan dan tradisi budaya Yogyakarta,” kata Haryadi saat memberi sambutan (4/12/2020).

Pasar Prawirotaman memang beda. Pasar rakyat dipertahankan. Namun juga menyediakan berbagai fasilitas bagi pelaku ekonomi kreatif.

Misalnya co-working space, studio musik dan foto, serta mezzanine sebagai spot berimajinasi sambil menikmati keindahan sunset Kota Yogyakarta.

BACA JUGA: Bikin Kerumunan Langsung Dibubarkan

Haryadi mengatakan, Pasar Prawirotaman adalah komitmen masyarakat Kota Yogyakarta mempertahankan tradisional  di tengah modernitas jaman.

Pasar tradisional tidak sebatas jual-beli barang. Juga ada semangat kepercayaan dan kejujuran antara penjual dan pembeli.

Ada nilai kearifan lokal dan ruang komunikasi budaya melalui tawar-menawar harga. Walikota berharap konsep green building membuat pengunjung menjadi lebih nyaman belanja.

“Mari kita jaga bersama sama fasilitas yang sudah dibangun dengan sangat baik,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono mengatakan Pasar Prawirotaman terdiri 619 kios. Pedagang sudah diperbolehkan berjualan.

Nantinya 619 pedagang akan dilengkapi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sehingga pedagang bisa melayani transaksi pembelian menggunakan uang elektronik.

“Pembeli cukup memindai QR Code untuk melakukan pembayaran,” Yunianto.

QRIS bisa digunakan berbagai jenis uang elektronik. Pasar Prawirotaman juga dilengkapi dengan Mobile Point of Sale (MPOS).

Alat ini berfungsi menerima transaksi pembayaran nontagihan dari berbagai channel pembayaran. MPOS bisa diakses menggunakan uang elektronik BPD DIY, Jackcard.

“Tidak lagi pakai uang kertas yang bisa berpindah ke banyak tangan yang saat ini berisiko meningkatkan risiko penularan virus corona,” katanya. (ris/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA