oleh

Pasar Kranggan Dominasi Transaksi Digital

YOGYAKARTA – Era adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan pada perkembangan transformasi digital.  Transaksi belanja online mengalami peningkatan pesat.

Kegiatan  pasar yang berorientasi pada pemanfaatan gadget terus meningkat. Sebanyak 64 persen lebih dari populasi menggunakan smartphone.

Menyikapi pergeseran ini, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi  Pemkot Yogyakarta berencana menyediakan infrastruktur pendukung elektronifikasi transaksi. Juga  penyediaan regulasi percepatan implementasi transaksi digital pada semua  organisasi perangkat kerja penghasil pendapatan.

“Langkah ini untuk optimalisasi pendapatan asli daerah,” kata Heroe pada acara Focus Group Discussion (FGD) sinergi pengembangan, inovasi dan percepatan program digitalisasi daerah di Hotel Harper, 22-23 September.

BACA JUGA : Sultan Minta Penghuni dan Penduduk Saling Jaga Diri

FGD  untuk menyamakan persepsi digitalisasi daerah ini diselenggarakan Pemkot Yogyakarta bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Bank BPD DIY.

Di depan peserta FGD, Heroe juga akan menggandeng pihak swasta untuk mendukung transaksi non tunai di Kota Yogyakarta.  Ia menyebut PT Gojek Indonesia.

Heroe mengatakan kerjasama dengan PT Gojek Indonesia berdampak signifikan.  Misalnya peran PT Gojek Indonesia yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta.

BACA JUGA : Kondisi Membaik, Pedagang Pasar Beringharjo Jalani Isolasi di Rumah

Transaksi di enam pasar tradisional menunjukkan peningkatan sebesar 33 persen  dibandingkan sebelum bekerjasama dengan Gojek.

Pasar yang transaksinya cukup mendominasi adalah Pasar Kranggan. Sedangkan transaksi  yang perlu ditingkatkan lagi  adalah Pasar Legi Patangpuluhan.

“Saya ingin Kota Yogyakarta dapat melakukan akselerasi elektronifikasi transaksi pendapatan,” pintanya.

(aru/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA