oleh

Pariwisata Berjalan, Keselamatan Masyarakat Diutamakan

YOGYAKARTA –  Wabah virus Corona menjadi dilema bagi kalangan pebisnis hotel dan restoran. Satu sisi harus menyelamatkan usaha tetap berjalan.  Sisi lain juga harus mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Dibutuhkan strategi  pas dan jitu agar dua kepentingan itu bisa sejalan,” kata Ketua BPD DIY Dedy Pranowo Eryono kepada Berita649.Com, hari ini (19/3/2020).

Kata Dedy, kelangsungan hotel dan restoran harus tetap berjalan. Karena sektor ini menghidupi masyarakat. Saat ini, PHRI DIY beranggotakan 498 hotel berbintang.

KONSOLIDASI: Mencari jalan keluar. (istimewa)

Rata-rata setiap hotel terdapat 300 karyawan. Bila bisnis ini berhenti, tentu akan berimbas terhadap nasib pekerja.

“Kondisi ini dilematis antara kemanusiaan dan ekonomi. Tapi, saya yakin. Inshaallah ada jalan keluar,” kata Dedy optimistis.

Nah, agar hotel dan restoran tetap berjalan, BPD PHRI DIY menyampaikan usulan kepada Gubernur Sultan HB X.  Yakni, mendapatkan keringanan biaya dari pemerintah pusat bagi dunia usaha.

Berupa relaksasi PPh Pasal 21 untuk membantu likuiditasi pekerja; relaksasi PPH 25 untuk memberi ruang likuiditas bagi usaha pariwisata khususnya usaha hotel dan restoran; penangguhan atau cuti dalam melakukan pembayaran kewajiban perbankan; dan pembebasan pembayaran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu likuiditasi pekerja dan perusahaan.

Menggalakkan kampanye tentang upaya pribadi mencegah penyebaran virus Corona. Seperti melaksanakan perilaku hidup sehat dan merawat lingkungan sekitar selalu bersih. Lalu, secara rutin melakukan update informasi terkait penanganan wabah virus Corona.

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA