oleh

Pandemi Virus Corona, Pemkot Yogyakarta Lakukan Refocusing Anggaran

YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta perlu melakukan refocusing anggaran pada masa pandemi virus corona.

Pekerjaan selanjutnya menyusun rencana menyelesaikan masalah dalam bidang kesehatan, membuat jaring pengaman sosial, dan melakukan pemulihan ekonomi.

Wakil Walikota Heroe Poerwadi  mengatakan nilai yang dialokasikan sebesar Rp 174 miliar. Rinciannya, penanganan kesehatan sekitar Rp 50 miliar.

BACA JUGA : Bersinergi Jaga Wilayah Kalasan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Patroli Malam

Pemulihan ekonomi Rp 95 miliar. Sedangkan bantuan sosial kurang lebih Rp 27 miliar.

“Pada awal pandemi covid-19, banyak kegiatan yang telah direncanakan harus dibatalkan untuk dilakukan refocusing  penggunaan APBD Kota Yogyakarta,” kata Heroe pada acara Seminar Daring Strategi Penganggaran Covid 19 Series 1 (14/7/2020).

BACA JUGA : Ini Cara Juara Panjat Dinding Lakukan KKN pada Pandemi Covid-19

Heroe lantas membeberkan kondisi saat datang bawah virus corona. Sebelum ada kebijakan dari pemerintah pusat, pemkot Yogyakarta melakukan kebijakan tanggap darurat bencana.

Selanjutnya merumuskan lima kebijakan  penanganan covid-19.

Yakni,  penanganan kasus,  membangun ikatan sosial di masyarakat, dan pemberian bantuan sosial.

BACA JUGA : Ingin Menikmati Sensasi Kopi Biji Kurma? Datang Saja ke Susu Murni Jahe Merah

Kebijakan keempat  menggarap bidang kebangkitan ekonomi.

Sedangkan kebijakan kelima adalah pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) secara selektif.

Kata Heroe, saat pemerintah pusat melakukan refocusing, Pemkot Yogyakarta juga harus melakukan penyesuaian.

BACA JUGA : Unison jadi Aplikasi Belajar Daring di Yogyakarta, Sementara Diterapkan di Sekolah Negeri

Kondisi APBD sebelum covid-19  hampir Rp 2 triliun. Lalu, ada pengurangan Rp 200 miliar.

Akhirnya terjadi defisit sekitar Rp 326 miliar atau sekitar 17 persen.

Wawali memberi apresiasi  terhadap masyarakat yang bergerak spontan iktu mengatasi dampak bwabah virus corona.  Misalnya gerakan berbagi dengan cara  memberi bantuan berupa sayuran kepada  masyarakat.

“Warga yang membutuhkan tinggal mengambil sayuran senilai Rp 15 ribu yang digantung  dalam satu kantong plastik,”ujarnya. (#)

reporter: asa | editor: sauki adham

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA