oleh

Pandemi Menjadi-Jadi, Protokol Kesehatan jadi Andalan

BERITA649.COM – Penularan COVID-19 dalam sebulan terakhir semakin menjadi jadi. Hampir semua daerah di Indonesia “berwarna” merah.

Menekan angka penyebaran virus corona, Satgas Penanganan COVID-19 kembali meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Mulai memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari keramaian. Dilarang berdekatan dan  berkumpul adalah tindakan penting yang dilakukan menekan penyebaran virus corona.

“Bila ini dilakukan, misalnya ada orang yang terinfeksi virus menunjukkan gejala sakit atau terlihat sehat, tidak menularkan virus ke orang-orang yang sehat,” kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi.

BACA JUGA: Dunia Pariwisata Menderita, Berharap Keadaan Makin Baik

Sayangnya, mematuhi jaga jarak dan menghindari kerumunan memang tidak mudah. Padahal, protokol kesehatan ini harus dilakukan.

Apakah boleh ke luar rumah untuk belanja kebutuhan hidup? Bagaimana kalau saya harus berobat? Semua diperbolehkan.

Namun, tetap mematuhi prtokol kesehatan. Misalnya selalu jaga jarak aman dengan orang lain. Jangan bersalaman. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan saat pulang  rumah.

Bagi masyarakat yang berisiko , disarankan  tetap berada di rumah. Jikapun harus keluar,  harus disiplin protokol kesehatan.

Siapa masyarakat berisiko? Yakni, orang lanjut usia, orang yang memiliki masalah kesehatan menahun. Misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan paru-paru.

Membatasi kontak dengan rekan kerja. Mematuhi etika saat bersin dan batuk . Menutup mulut dengan siku terlipat. Bisa juga dengan tisu yang  langsung dibuang setelah digunakan.

Jika mengalami sakit seperti gejala  virus corona, cari pengobatan medis atau bisa menghubungi layanan COVID-19. Bila sedang merawat orang sakit di rumah, tetap menggunakan masker,  sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA