oleh

PKS Minta Suharsono Jaga Pancasila dan NKRI

BANTUL – Akhirnya rekomendasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi menjatuhkan pilihan kepada pasangan Suharsono – Totok Sudarto.

Rekomendasi diserahkan kepada Suharsono dan Totok Sudarto di kantor PKS Bantul Jalan Prof Dr Supomo 10 Bantul, sore ini (22/8/2020).

Ketua DPD PKS Kabupaten Bantul Amir Syarifudin meminta Suharsono dan Totok Sudarto menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jika tidak bersedia, silakan keluar dari kantor ini (PKS, red),” kata Amir melihatkan wajah serius di depan para hadirin.

BACA JUGA : Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia, Menkeu Keynote Speaker

Ikut menyaksikanpenyerahan rekomendasi antara lain jajaran pengurus DPP PKS dan DPW PKS DIY. Juga ada anggota DPR RI Dapil DIY, Dr H Sukamta.

Pengurus partai koalisi pendukung Suharsono-Totok Sudarto. Ada Sekretaris DPC Partai Gerindra Bantul Darwinto, Ketua DPD Partai Golkar Bantul Paidi, Jumakir (PPP), dan Aris Iskandar (Partai Nasdem).

Juga hadir mantan kepala Dinas Pendidikan Bantul Drs H Sahari dan sejumlagh anggota DPRD Bantul dan DPRD DIY dari partai pendukung.

Amir menyatakan, menjaga Pancasila dan NKRI menjadi komitmen perjuangan PKS. Ini menjadi syarat utama yang harus dipenuhi sebelum Suharsono dan Totok Sudarto menandatangani surat kontrak.

PKS berkomitmen akan memenangkan pasangan Suharsono – Totok Sudarto. Mesin politik telah disiapkan. Timses yang kuat dan solid siap bergerak.

Bahkan bila Pilkada Bantul diajukan bulan September, PKS juga telah siap memenangkan Suharsono -Totok Sudarto.

Amir meyakini Suharsono dan Totok Sudarto bisa semakin mensejahterakan rakyat Bantul pada lima tahun mendatang.

“Apakah kita siap memenangkan pilkada Bantul?” tanya Amir.

Seluruh kader PKS dari 17 kecamatan se-Bantul menyatakan siap melaksanakan perintah partai.

Amir mengatakan, bila ada pengurus dan kader PKS yang tidak loyal, konsekuensinya adalah pemecatan.

BACA JUGA : Pemandangan Alam di Tempat Ini Bisa jadi Obat Lelah

Suharsono menyambut gembira sikap politik PKS yang telah mendukung dirinya maju pada pilkada mendatang.

“Alhamdulillah. Semakin bersemangat memenangkan pilkada,” kata Suharsono.

Pada pidato politiknya Suharsono menyebut Amir sebagai guru politik. Ia mengaku sering meminta masukan dan pertimbangan kepada Amir ketika hendak mengambil keputusan terkait pelayanan kepada masyarakat.

“Pak Amir guru saya,” katanya. (#)

penulis : asa | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA