oleh

Pakai Masker Tidak Benar Berpotensi Terpapar

JAKARTA – Bagaimana proses virus Corona masuk dalam tubuh? Ini penjelasan Dokter Spesialis Paru Paru RS Siloam ASRI Jakarta, dr Maydie Esfandiari SpP.

dr  Maydie mengatakan bila pasien terkonfirmasi COVID-19  tidak menggunakan masker dan batuk,  droplet  yang menimbulkan penularan. Cara penularan  bisa melalui saluran pernafasan saat orang menghirup udara.

Seperti dilansir covid19.go.id, orang yang  memakai masker tidak benar  berpotensi terpapar COVID-19. Misalnya memakai masker di bawah hidung atau  dagu. Dapat mengakibatkan terjadinya penularan.

BACA JUGA : Wisatawan Silakan Hadir, Yogyakarta Aman dan Nyaman

Atau bisa juga saat droplet jatuh ke permukaan benda, kemudian tersentuh atau dipegang tangan. Tanpa disadari, tangan mengusap wajah atau mata, sehingga virus masuk  dalam tubuh.

“Masuknya lewat mata dan hidung. Lalu masuk ke paru-para melalui saluran pernafasan atas,”  terang Maydie dalam talkshow “Update Wisma Atlet: Harapan Sembuh bagi Pasien COVID-19” di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Graha BNPB Jakarta (8/10/2020).

Sementara itu, RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta merawat pasien tanpa gejala atau OTG lebih tinggi dibandingkan yang positif dengan gejala.

BACA JUGA: Sultan HB X: Bukan Karakter Kita Berbuat Anarkis di Kota Sendiri

Koordinator Operasional RS Darurat COVID-19, Kolonel CKM dr Stefanus Dony mengatakan jumlah pasien Flat Isolasi Mandiri di Tower 4 dan Tower 5 sebanyak 1.536 orang pasien OTG. Di Tower 6 dan Tower 7 RS Darurat Covid-19 terisi 1.496 pasien bergejala ringan dan sedang.

“Berdasarkan morning record setiap pagi untuk pasien bergejala berat hanya satu. Itupun statusnya menunggu rujukan,” kata  Stefanus.

Dokter yang sehari-harinya bertugas sebagai kepala Kesehatan Kodam Jaya menyebutkan penghuni RS Darurat COVID-19  lebih banyak terpapar dari keluarga dan perkantoran.

“Pasien baru yang masuk ke RS Darurat, kebanyakan dari keluarga dan kantor,” ujar  Dony. (ad/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA