oleh

Opsinya, Liburan Diperpendek atau Perketat Pengawasan

BERITA649.COM –  Pemerintah perlu mengambil kebijakan memperpendek hari libur pada liburan panjang akhir tahun 2020.  Ini untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Langkah lain yang dapat dilakukan adalah memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata.

“Opsinya antara memperpendek atau memperketat pengawasan. Namun, memperketat pengawasan butuh usaha yang lebih besar lagi,” kata Epidemiolog UGM, dr  Bayu Satria Wiratama MPH seperti dilansir ugm.ac.id, hari ini (18/11/2020).

Namun,  meniadakan libur panjang juga kurang efektif untuk menahan masyarakat tetap di rumah  saat liburan. Meniadakan libur panjang tidak menjamin masyarakat tidak berwisata dan tetap beraktivitas di rumah.

BACA JUGA: Kenaikan UMK Tertinggi Kota Yogyakarta

“Dalam kondisi sekarang yang perlu digalakan adalah edukasi wisata sehat sesuai protokol kesehatan dan disiplin menerapkannya,” saran Bayu.

Protokol kesehatan harus dilakukan pelaku wisata dan penyelenggara wisata.  Edukasi juga harus dilakukan secara berkelanjutan agar bisa meningkatkan kesadaran pentingnya penerapan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Bayu mengingatkan tempat wisata dalam ruangan memiliki risiko tinggi penularan COVID-19. Antara lain, kolam renang, dan hotel.

BACA JUGA: Hasil Survei, 2/3 Responden Siap Terima Vaksin

Ia mengimbau masyarakat tetap patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Yakni, disiplin memakai masker dengan baik dan benar. Jaga jarak. Hindari tempat wisata yang padat.

Apabila hendak makan dianjurkan mencari tempat makan yang terbuka. Atau bila ingin menikmati tempat makan terutup, pilih lokasi yang menerapkan jaga jarak dan memiliki ventilasi yang baik.

“Kuncinya displin memakai  masker. Waspada terhadap ventilasi, durasi, jarak. Jangan lupa juga melihat kondisi tubuh. Jika tidak fit, sebaiknya di rumah saja,” sarannya. (ad/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA