oleh

Operasi Yustisi 27 Hari, Polisi Jaring 5,7 Pelanggar

JAKARTA – Kepolisian menjaring 5,7 juta pelanggar protokol kesehatan selama pelaksanaan Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan di seluruh Indonesia. Bentuk tindakan kepada pelanggar  mulai  teguran lisan, tertulis, hingga pemberian sanksi denda.

“Operasi dilakukan dari tingkat Polda, Polres, sampai Polsek. Tujuannya agar masyakat mematuhi 3M ,” kata  Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono di Media Center Satgas COVID-19 Graha BNPB Jakarta (12/10/2020).

Namun, ada empat kasus penegakkan protokol kesehatan  yang berakhir dengan kurungan penjara bagi pelaku. Kasusnya di Jawa Timur.

BACA JUGA : Ini Klarifikasi WHO tentang COVID-19

Jumlah  denda yang dikumpulkan terhitung sejak 14 September sampai 11 Oktober 2020  mencapai Rp 3,27 miliar.

Gatot lantas menyampaikan perihal sanksi pencopotan jabatan terhadap polisi yang tidak mematuhi protokol kesehatan.  Sanksi tegas untuk memberi contoh kepada masyarakat mengenai pentingnya melaksanakan gerakan 3M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak.

Sementara Wakil Ketua Pelaksana KPCPEN yang juga KASAD, Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan sebanyak 62 ribu jajaran TNI Angkatan Darat dikerahkan dalam penegakkan protokol kesehatan.

TNI akan terus memantau perkembangan penanganan COVID-19  melalui komunikasi dengan 10 pangdam di Indonesia . (ad/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA