oleh

Muhammadiyah Minta Pilkada di DIY Patuh Protokol Kesehatan

BERITA649.COM –  Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY meminta penyelenggara pilkada dan pemerintah  bertanggung jawab jika terjadi eskalasi penyebaran COVID-19.

Kekhawatiran PWM sangat beralasan. Pelaksanaan pilkada di Kabupaten Sleman,Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul berpotensi memunculkan kasus positif bila tidak disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“Muhammadiyah  telah mengingatkan agar pilkada ditunda. Tapi, dalam perjalanannya proses pilkada tetap berlangsung,” kata Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM DIY, Drs Suwandi Danusubroto kepada wartawan, hari ini (20/11/2020).

Suwandi yang didampingi Saleh Tjan dan Farid Bambang Siswantoro lantas menjelaskan sikap yang pernah disampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah soal pemilihan kepala daerah.

BACA JUGA: 5 Daerah Jadi Zona Merah Selama 3 Minggu

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti pernah mengimbau Komisi Pemilihan Umum meninjau kembali Pilkada 2020.

Bahkan, Mu’ti mengusulkan pilkada ditunda. Alasannya, situasi pandemi COVID-19 yang dianggap masih mengkhawatirkan.

PP Muhammadiyah menyatakan, keselamatan masyarakat lebih penting daripada pemilihan kepala daerah.

“Tapi, nyatanya pilkada tetap berlangsung,” kata Suwandi.

BACA JUGA: Opsinya, Liburan Diperpendek atau Perketat Pengawasan

Agar pilkada di Sleman, Bantul dan Gunungkidul tidak memunculkan kasus positif COVID-19 baru, Saleh Tjan mengajak semua pihak bisa secara disiplin menegakkan protokol kesehatan.

Yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Saleh  mengajak para calon bupati, calon wakil bupati dan para tim sukses pilkada memberi contoh dalam penerapan protokol kesehatan.

“Mari bersama-sama menekan angka penularan virus corona di DIY dengan  menjaga diri dan menjaga orang lain,” ajak Saleh. (aza/asa)

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA