oleh

Metode Wolbachia Turunkan 77 Persen Kasus DBD di Kota Yogyakarta

YOGYAKARTA – World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta akhirnya  menyelesaikan penelitian penurunan kejadian demam berdarah dengue (DBD) dengan metode Wolbachia.

Hasil penelitian yang dilakukan sejak 2017 itu dipublikasikan hari ini (26/8/2020). Apa hasilnya? 

Peneliti Utama WMP Yogyakarta, Prof  Adi Utarini menyebutkan pencegahan demam berdarah dengue dengan metode wolbachia bisa menurunkan 77 persen kasus DBD di Kota Yogyakarta.

Dalam kamus Wikipedia disebutkan, wolbachia adalah jenis bakteri yang hidup sebagai parasite. Hidup  pada hewan artropoda. Infeksi wolbachia pada hewan menyebabkan parthenogenesis.

BACA JUGA : Sejumlah Pelajar Menangis saat Masuk Ruang Kelas, Ternyata Ini Penyebabnya

Bisa juga mengakibatkan kematian pada hewan jantan, dan feminisasi. Bakteri ini tergolong  dalam gram negatif. Berbentuk batang. Sulit ditumbuhkan di luar tubuh inangnya.

Seperti diketahui, World Mosquito Program sejak tahun 2017 melakukan penelitian. Penelitian dengan cara menyebar nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia.

Obyek penelitian adalah 45 kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan se-Kota Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan secara komprehensif ini untuk mengatasi ancaman penyebaran demam berdarah dengue.

BACA JUGA : Kenali Ciri Anak Stres pada Pandemi Virus Corona

PANTAU JENTIK: Petugas Kelurahan Notoprajan memantau jentik di rumah penduduk pada bulan Maret lalu. (asa/berita649.com)
PANTAU JENTIK: Petugas dari Kelurahan Notoprajan memantau jentik di rumah penduduk pada bulan Maret lalu. (asa/berita649.com)

Selama penelitian, tim WMP  memilih  12 sampel dari 24 area di Kota Yogyakarta. Juga sebagian wilayah di Kabupaten Bantul yang dipilih secara acak. Penyebaran penelitian ke wilayah Bantul untuk melihat intervensi wolbachia.

Sedangkan 12 wilayah lain tanpa intervensi.  Setelah delapan bulan sejak pelepasan nyamuk, tim melakukan monitoring terhadap pasien yang terkena demam berdarah. Mereka adalah pasien yang berobat ke puskesmas.

Tim WMP juga merekrut pasien demam berdarah di puskesmas.  Sebanyak 8.144 pasien  berusia 3 hingga 45 tahun dari 18 puskesmas berpartisipasi dalam penelitian. 

BACA JUGA : Hati Hati, Ini Penyebab Kanker Usus Besar

Profesor Adi Utarini mengatakan,  penelitian akan terus dilanjutkan. Fokusnya tidak hanya Kota Yogyakarta. Tapi meluas sampai wilayah DIY. Tujuan penelitian untuk menurunkan angka kejadian demam berdarah.

“Saya berharap hasil penelitian ini nantinya bisa dilaksanakan di daerah lain di Indonesia,” kata Profesor Adi Utarini.

Utarini  mengajak masyarakat memproduksi telur nyamuk wolbachia lebih banyak. Ia kembali menandaskan, pencegahan demam berdarah dengue dengan metode wolbachia bisa menurunkan angka kasus DBD.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memberi apresiasi hasil penelitian World Mosquito Program (WMP).

BACA JUGA : Pegiat Facebook yang Tak Pernah Bikin Status, tapi Rajin Ucapkan Ulang Tahun

Heroe meyakini metode wolbachia terbukti bisa menurunkan angka kejadian kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta.

Masyarakat merespon positif upaya WMP menekan penyebaran demam berdarah dengue akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.  Semakin banyak kampung yang jarang ditemukan kasus DBD sejak diterapkan metode wolbachia.

Heroe  pun berharap wilayah lain yang belum tersentuh bisa segera diintervensi dengan metode wolbachia. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA