oleh

Menunggu Embung Giwangan jadi Lokasi Wisata

Setelah Klitren, di Kota Yogyakarta bakal ada lagi  embung baru. Diberi nama embung Giwangan. Lokasinya di Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo. Warga menginginkan keberadaan embung ini bisa menjadi pusat keramaian baru di Yogyakarta bagian selatan.

————

PAPAN PROYEK: Informasi tentang pengerjaan.

EMBUNG yang berada di utara Jalan Nitikan ini digarap sejak 19 Juli 2019.  Proyek ini adalah satuan kerja SNVT Pembangunan Bendungan. Nilai kontrak proyek ini sebesar Rp 3.557.578.500. Digarap kontraktor CV Ramadhan Kukuh Sejahtera dengan waktu pelaksanaan selama 160 hari.

Kini, wajah embung  sudah terlihat meski belum sempurna.  Nantinya, embung  ini mampu menampung air dengan volume  22 ribu meter kubik. Kedalaman embung mencapai ketinggian 200 sentimeter. Bahkan, embung yang dibangun di atas tanah seluas menyerupai lapangan sepak bola ini akan menjadi referensi edukasi konservasi air  skala nasional.

Juga dibangun berbagai fasilitas pendukung,  seperti masjid, tempat kumpul keluarga, toilet dan fasilitas lain. Walikota Haryadi Suyuti menyebutkan, Embung Giwangan bukan hanya jadi konservasi air. Tetapi, juga dioptimalkan sebagai tempat wisata baru di Yogyakarta bagian selatan.

Lokasi wisata baru ini akan menyatu dengan  Pasar Ikan. Rencananya, embung ini akan difungsikan seratus persen pada tahun 2022.  Lantas, apa keinginan warga terhadap pembangunan embung? Komentar Pamuji, misalnya. Warga Giwangan ini berharap penyelesaian embung bisa segera dijengot.

“Lebih cepat selesai, lebih baik,” kata Pamuji yang sedang jalan-jalan bersama seorang bocah di sekitar embung.

DAYA TARIK: Bisa jadi acara liburan keluarga.

Pamuji juga mengusulkan agar pemanfaatan embung bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan air di Kota Yogyakarta dan Bantul. Tapi, memberdayakan embung untuk kegiatan ekonomi. Pamuji menyebut sektor wisata bisa menjadi andalan mengoptimalkan fungsi embung secara ekonomi.

“Seperti yang telah dilakukan di Embung Klitren. Bikin acara mancing. Atau dibikin wisata air. Acara ini memberi efek langsung kepada masyarakat sekitar. Misalnya berjualan atau kegiatan lain yang menghasilkan pendapatan,” kata Pamuji.

Harapan serupa disampaikan Yati, warga Purbayan Kotagede. Ibu dari empat anak ini menyambut baik langkah Pemkot Yogyakarta membangun embung di wilayah Giwangan. Hanya, bagaimana embung ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

“Jangan hanya untuk mengurusi air. Tapi, bagaimana bisa dikelola secara ekonomi,” sarannya.

Yati berharap masyarakat bisa dilibatkan setelah embung dimanfaatkan secara utuh. Minimal keberadaan embung bisa menjadi solusi warga yang membutuhkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA