oleh

Menkes Pastikan Vaksin Lolos Uji Klinis

BERITA649.COM – Menteri Kesehatan BGS Gunadi Sadikin  (BGS) melakukan koordinasi dengan beberapa perusahaan penyedia vaksin. Antara lain,  Sinovac, Novavax, AstraZeneca, Pfizer, dan COVAX/GAVI.

Sinovac merupakan vaksin dari Tiongkok. Novavax dan Pfizer dari Amerika Serikat. AstraZeneca dari Inggris. Dan, COVAX/GAVI  diinisiasi aliansi vaksin Gavi, didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

Dari lima jalur pengadaan vaksin tersebut diperoleh jumlah dosis yang diberikan untuk Indonesia. Diperkirakan jumlahnya mencapai 400 juta dosis.

“Jumlah itu akan diupayakan ditambah. Karena  mencapai kekebalan kelompok, dibutuhkan kurang lebih sebanyak 468,8 juta dosis vaksin bagi 181,5 juta jiwa,” jelas  Menkes dalam keterangan pers yang disiarkan di Kanal Youtube Sekretariat Presiden (29/12/2020).

BACA JUGA: Harga Rp 62 Juta, 100 Unit GeNose Telah Terjual

Dari 400 juta dosis, 100 juta dosis vaksin berasal dari Sinovac; 100 juta dosis dari Novavax; 100 juta dosis vaksin dari AstraZeneca; dan 100 juta dari Pfizer.

Vaksin  diharapkan datang secara bertahap ke Indonesia. Lalu, segera melakukan penyuntikan bagi seluruh rakyat Indonesia yang 181 juta orang.

Vaksinasi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada Januari – April 2021 bagi 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayan publik.

BGS memastikan vaksin yang akan diberikan kepada nakes  telah lolos uji klinis dan mendapatkan EUA dari BPOM. Pelaksanaannnya juga amenerapkan prinsip kehati-hatian.

BACA JUGA: DIY Hari Ini 282 Kasus Positif, 10 Pasien Meninggal

“BPOM sudah bekerjasama dengan Kemenkes, dan telah koordinasi dengan otoritas di Brazil, Turki dan China. Saya percaya BPOM bisa mengambil keputusan  independen,” kata Menkes seperti dikutip kemenkes.go.id.

Tahap kedua vaksinasi akan diperuntukkan bagi 63,9 juta masyarakat rentan, dan 77,4 juta masyarakat lain yang diberikan sesuai pendekatan kluster. Tahap kedua  dilakukan April 2021 hingga Maret 2022. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA