oleh

Meningkat, Gempa Fase Banyak di Gunung Merapi

YOGYAKARTA – Gempa fase banyak (hybrid) di Gunung Merapi kembali meningkat. Berdasarkan pengamatan visual tanggal 11 September pukul 00.00 – 06.00, terjadi 17 gempa fase banyak. Amplitudo 2-20 mm, S-P 0.3 – 0.5 detik, durasi 5.36 – 8.12 detik.

Biasanya, gempa fase banyak rata-rata terjadi 1 hingga 2 kali selama enam jam pemantauan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta juga menyebutkan terjadi dua kali guguran dengan amplitudo 6 mm, durasi 16.8 – 18.36 detik.

Vulkanik dangkal sebanyak 3 kali dengan amplitudo 65-75 mm, durasi 14.68 – 41.28 detik.

Sekadar diketahui, gempa fase banyak merupakan indikator terjadinya getaran terkait aktivitas internal kubah lava. Namun, BPPTKG Yogyakarta menyatakan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada level II (waspada).

BACA JUGA : 4 Tahun Memburu Orang dengan Gangguan Jiwa, Apa yang Dilakukan?

BPPTKG mengingatkan potensi ancaman bahaya Gunung Merapi saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava. Serta jatuhnya material vulkanik dari letusan eksplosif.

Area radius 3 kilometer dari puncak Merapi agar tidak ada aktivitas manusia.  Masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif.  Masyarakat  mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Merapi. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA