oleh

Mengenang Bambang Darto Lewat Bisik Bisik yang Diperjelas

BANTUL – Luwi, putri mendiang Bambang Darto akhirnya mewujudkan obsesinya. Ia menerbitkan antologi puisi Bambang Darto, ayahnya.

“Rasanya sebagai anak, sayang jika tidak mewujudkan karya-karya bapak,” kata Luwi.

Luwi yang dikenal sebagai pemain teater ini berkisah tentang masa lalu.  Setelah lulus kuliah tahun 2003, ayahnya pernah ditegur WS Rendra.

Bambang Darto tak memenuhi permintaan WS Rendra  agar membaca puisi di Padepokan Cipayung. Maklumah, Bambang  Darto waktu itu belum memiliki apapun yang  ingin diekspresikan.

BACA JUGA: Kangen Main Sinetron, Rindu jadi Bintang Iklan

“Saya juga masih ingat ketika om Afrizal Malna yang selalu menyentil papa untuk membuat antologi sendiri,” kata Luwi mengenang cerita ayahnya.

Cerita ayahnya itu yang kemudian membuat  Luwi bersemangat  mencari informasi  tentang karya Bambang Darto.

Luwi membongkar koper tua di rumahnya. Ditemukan segepok puisi yang diproduksi tahun 1970 sampai tahun 2018.

Wanita yang tinggal di Bangunjiwo Bantul ini terus memburu karya-karya Bambang Darto di kumpulan antologi Tugu; Tonggak IV, antologi puisi Indonesia Modern Terbitan Granedia.

BACA JUGA: Brotoseno Optimistis Syauqi Walikota Yogyakarta Tahun 2024

Lalu,  Pesta Api yang diterbitkan Forum Sastra Indonesia.  Juga beberapa puisi terjemahan Dr Felecia Hughes yang dimuat antara lain di Horison, Exponen, Pelopor Jogja, Kompas, Kedaulatan Rakyat, dan Bernas.

Setelah melalui proses inventarisasi dan produksi, buku antologi Bambang  Darto “Bisik Bisik yang Diperjelas” dicetak penerbit Lingkaran Jogja.

“Papa, tuntas sudah Luwi mewujudkan kumpulan puisi papa.  Ini sebagai bentuk syukur dan bekti Luwi buat Papa, anak cucu Papa. Semoga buku ini bermanfaat bagi sastra Indonesia,” kata Luwi.

Berminat memiliki buku ini? Selengkapnya, silakan hubungi 0877-3550-2967. (aza/asa)

EDITOR: ASA

Gambar Gravatar
Hobi menulis, main musik dan adventure

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA