oleh

Memiliki Banyak Sahabat, jadi Teman bagi Anak-anak

YOGYAKARTA – Wanita ini penyuka organisasi. Ia telah menyenangi hiruk-pikuk organisasi sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama di Klaten, Jawa Tengah.

Memiliki nama lengkap Unun Pratiwi Ningsih. Namun, populer dengan nama Unun Kanjeng Mami.  Akrab disapa dengan sebutan “Mami Unun”. Itulah wanita karir kelahiran Surabaya, 7 Februari 52 tahun lalu.

“Karena organisasi, saya mempunyai saudara di mana-mana. Saya bersyukur punya sahabat-sahabat baik yang menyenangkan,” kata Mami Unun.

Wanita supel, hangat dan ramah ini  adalah salah satu manager di PT AXA Financial Indonesia yang berkantor di Jalan Sutomo Yogyakarta.  Hari-harinya penuh dengan kegiatan berbagai  organisasi.

BACA JUGA : BREAKING NEWS: Alhamdulillah, Herry Zudianto Dinyatakan Negatif

KELUARGA BAHAGIA: Mami Unun bersama anak dan cucu. (dok. pribadi)

Antara lain sebagai ketua Srikandi Pemuda Pancasila  DIY, bendahara Forum Bela Negara (FBN) DIY, ketua II Komunitas Kain dan Kebaya DIY, dan ketua II Generasi Anti Narkoba (GAN) DIY.

Tak mengherankan bila pegiat organisasi yang tinggal di Gowongan Kidul JT 3/411 Yogyakarta ini  ditemukan di mana-mana.  Wajahnya sangat familiar.  Semua mengenal Mami Unun sebagai wanita enerjik yang sangat menghormati orang lain.

Wanita yang khas dengan penutup kepala ala India ini juga menjadi idola bagi anak-anak kecil di kampungnya. Anak-anak berusia bawah lima tahun terlihat sangat manja bila berada di depan Mami Unun.

BACA JUGA: BERITA POSITIF: Ibu, Isteri dan 3 Anak Dinyatakan Negatif

Rumahnya sering dipenuhi anak-anak yang minta perhatian. Entah sekadar disapa. Diajak ngobrol dan bercanda. Atau menunggu diberi roti dan permen.

“Begitulah dunia anak-anak. Polos dan menyenangkan. Tapi, mereka juga harus mendapatkan edukasi sejak dini,” tuturnya.

Mami Unun sendiri sudah tidak memiliki anak kecil. Ketiga anaknya telah dewasa. Anak paling bungsu lulusan Insititut Seni Indonesia (ISI).  Mami Unun juga telah single parent alias hidup sendiri. Suaminya telah meninggalkan dunia pada April 2020.

Bagi Mami Unun, hidup atau mati adalah rahasia Tuhan. Itulah sebabnya saat pria yang dicintainya “diambil” Tuhan, ia memilih tetap harus sabar menerima kenyataan.

“Yang saya lakukan sekarang adalah bagaimana kehidupan saya memberi manfaat positif bagi siapapun. Mengisi hidup dengan melakukan perbuatan baik,” katanya. (aza/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA