oleh

Memilih Tertib daripada Urusan dengan COVID-19

#IngatPesanIbu

#PakaiMasker

YOGYAKARTA – Pria satu ini bernama Jarwo Santoso. Pria berusia 56 tahun ini seorang petualang. Pendaki gunung dan hobi traveling.

Meski pergi kemana-mana, Jarwo bersikukuh tetap menjalankan protokol kesehatan. Mulai memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

“Kesehatan adalah utama. Saya memilih patuh terhadap protokol kesehatan agar terhindar dari virus Corona,” ujar Jarwo usai puang dari mendaki Gunung Cereme di Jawa Barat.

BACA JUGA : Kerugian Kerusuhan Sebesar Rp 750 Juta

 

Dalam satu bulan, Jarwo yang tinggal di Jalan Imogiri Timur Bantul ini bisa melakukan perjalan empat hingga lima kali di tempat berbeda. Namun, kebanyakan yang dituju adalah gunung. Maklumlah, hidupnya menyandang sebutan pecinta alam sejak masih muda.

“Saya sangat menikmati suasana alam dan seluruh ciptaan Tuhan di alam bebas,” kata Jarwo yang juga menjalankan bisnis jasa tour dan traveling ini.

Tapi, usahanya mangkrak saat pandemi vurus Corona. Pasalnya, seluruh wisatawan yang telah booking sebelum wabah COVID-19 datang, dibatalkan.

Otomatis, usahanya tidak beroperasi sampai hari ini.

Selama masa pandemi virus corona, Jarwo tetap menyalurkan hobinya mendaki. Tapi, bukan asal jalan-jalan tanpa aturan.  Ia telah melakukan persiapan agar dalam perjalanan ke lokasi hingga pulang ke rumah, aman dari serangan virus corona.

BACA JUGA: Wisatawan Silakan Hadir, Yogyakarta Aman dan Nyaman

Ia lebih memilih membawa mobil pribadi. Seluruh perangkat dan peralatan mendaki ada dalam bagasi. Termasuk stok masker.

Saat mendaki di kota lain, Jarwo hanya ditemani satu atau maksimal tiga orang. Jarwo telah mengetahui keseharian mereka. Mengetahui rekam kegiatan sehari-hari.

“Tidak mungkin saya mendaki bersama teman-teman yang maaf sedang tertular COVID-19,” katanya.

Saat melakukan perjalanan, Jarwo menghindari keramaian. Ia memilih tempat yang sepi. Bisa di pinggir jalan. Atau rest area yang jauh dari kerumunan.

Di tempat ini, ia membuka peralatan. Lalu, masak sendiri. Ia berusaha semaksimal mungkin tidak berinteraksi dengan orang-orang tak dikenal.

BACA JUGA: Sultan HB X: Bukan Karakter Kita Berbuat Anarkis di Kota Sendiri

Ia juga membatasi menyentuh barang-barang di tempat umum. Kebiasaan ini juga dilakukan ketika melakukan perjalanan pulang.

Setelah sampai di lokasi tujuan, Jarwo juga tetap disiplin protokol kesehatan. Bahkan, ia mengajak para pendaki tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Jangan lengah. Karena saya, dan anda semua menghadapi “musuh” yang tidak terlihat,” katanya memberi alasan.

Memastikan sehat atau tidak, Jarwo juga membiasakan diri melakukan rapid test setelah melakukan perjalanan dari luar kota. Ini adalah tindakan preventif untuk mendeteksi apakah tertular virus corona atau tidak.

“Terus terang saya belum pernah melakukan swab. Alhamdulillah, sampai hari ini tetap sehat. Dan semoga selalu terindar dari virus corona,” kata Jarwo. (aza/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA