oleh

Mei Hingga Awal Juni, Okupansi Hotel di DIY Tembus 70 Persen

YOGYAKARTA – Libur Lebaran tahun ini menjadi berkah bagi hotel-hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Terjadi kenaikan tingkat hunian dalam satu bulan terakhir. Angka okupansi hotel menembus 70 persen.

Angka ini naik sekitar 40 persen dibandingkan Lebaran 2020.

“Alhamdulillah. Kami tetap bersyukur meski itu angka rata-rata,” kata Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono kepada BERITA649.COM, pagi ini (8/6/2021).

BACA JUGA: Alat Ini Deteksi 3 Hari Sebelum Terjadi Gempa di Pesisir Selatan

Deddy berharap tingkat hunian hotel di DIY terus meningkat hingga menyamai okupansi sebelum pandemi virus corona.

Lantas, adakah pengaruh tren gelombang tiga pandemi virus corona bagi sektor wisata dan bisnis perhotelan di DIY?

Deddy yang juga owner Hotel Ruba Graha ini optimistis  tidak terjadi gelombang ketiga di DIY.

Kamar hotel-hotel di DIY semakin terisi. Sektor wisata juga terus tumbuh.

BACA JUGA: Shaf Harus Dirapatkan, Jangan Sampai Demokrasi Dibajak

“Dengan catatan, semua bisa disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Karena itu kuncinya,” kata Deddy.

Kegiatan pariwisata harus dibarengi kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan. Pelaku wisata dan wisatawan harus kompak menegakkan prokes pencegahan penularan COVID-19.

Itulah sebabnya, seluruh hotel yang tergabung dalam PHRI DIY bersepakat menjalankan prokes secara benar dan tepat sasaran.

Semua owner hotel meminta wisatawan domestik yang akan menginap harus mematuhi prokes.

BACA JUGA: Pensiun dari Jurnalis, Sukses Buka Usaha Depot Daging Sapi

Mulai memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan sering mencuci tangan.

“Inshaallah semua akan baik baik saja,” katanya.

Ketentuan melaksanakan prokes juga berlaku bagi seluruh kegiatan di hotel. Mulai wisuda, seminar, workshop, meeting, acara ulang tahun, hingga pernikahan.

“Mari bersama-sama mewujudkan pranatan anyar plesiran di DIY,”  ajak Deddy.  (nik/asa)

 

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA