oleh

Masyarakat Tidak Perlu Ragu soal Vaksin

BERITA649.COM – Masyarakat perlu menyadari kesehatan adalah aset terpenting.  Kesehatan menjadi investasi masa depan.

Itulah sebabnya, pandemi COVID-19 harus dikendalikan. Karena sumber daya di bidang kesehatan maupun anggaran pemerintah juga terbatas.

“Karena itu upaya menyehatkan masyarakat  harus diprioritaskan,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr H Mohammad Subuh MPPM pada Dialog Produktif bertema Pencegahan dan Pengobatan yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (1/12/2020).

Subuh mengungkapkan, perawatan pasien COVID-19  menelan biaya  rata-rata Rp184 juta per pasien. Bila memerlukan perawatan masih ditambah Rp 15 juta per hari. Apalagi bila menggunakan ventilator.

BACA JUGA: Ini Pesan Penyintas bagi yang Skeptis COVID-19

Jika ada penyakit penyerta, ditambah lagi rata-ratanya menjadi Rp17 juta per hari.  Kata Subuh, kondisi ini yang harus dihindari.  Semua biaya saat ini ditanggung pemerintah.

Menjawab keraguan  masyarakat mengenai vaksin, Subuh menjelaskan sebanyak 1.620 relawan yang melakukan uji klinik vaksin COVID-19 fase III  dalam kondisi baik.

Pemerintah juga akan mendatangkan vaksin dari luar negeri yang sudah selesai melakukan uji klinik fase III.  Meski  vaksin dari luar negeri, program vaksinasi  harus mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Negara memiliki kewenangan  dan otorisasi mandiri untuk memberi izin peredaran obat. Tapi tentu mengedepankan azas kehati-hatian mempertimbangkan keamanan, efektivitas, dan halal,” kata  Subuh.

Masyarakat tidak perlu ragu saat vaksin datang.  Pemerintah menjamin keamanan dan efektivitas vaksin. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA