oleh

Mantan Pejabat Jatim yang Betah Tinggal di Jogja

JADI IDOLA: Bambang bersama isteri dan buah hati. (dok.pribadi)

SIAPA sangka bila di Kota Yogyakarta tinggal seorang abdi negara yang berdedikasi. Nama lengkapnya Drs HR Bambang  Widarto MSi.  Lelaki kelahiran Kediri, 25 Desember 1943 ini langganan menduduki posisi sekretaris daerah. Tak tanggung-tanggung.  Pria  beristerikan Hj Endang Moerbaningsih ini menjadi sekda di tiga dearah di Jawa Timur.

Lulusan APDN Semarang tahun 1971 ini dipilih menjadi sekwilda Kabupaten Magetan tahun 1987 – 1989.  Lalu pindah  dipilih lagi menjadi Sekda Kota Kediri selama tujuh tahun, mulai 1993 hingga 1999. Di penghujung memasuki masa pensiun, tenaga dan pikiran Bambang masih dibutuhkan. Ia dipilih mengisi posisi sekretaris daerah Kota Probolinggo dari tahun 1999 sampai 2003.

“Semoga bakti hidup saya sebagai abdi negara menjadi amal jariyah,” kata Bambang, anak dari pasangan R Soerjo Martono dan  Soesmini.

Bambang layak menjadi sekda selama tiga kali berturut-turut.  Perjalanan karir di pemerintahan memang membanggakan.  Diangkat menjadi pegawai negeri sipil sejak 1 Juli 1964. Lalu, jadi Mantri Polisi Kecamatan di Ponorogo (1965 – 1968), Mantri Polisi Kecamatan di Kota Madiun (1969), Camat  Takeran (1971 – 1974),  Camat Karangmojo ( 1976 – 1981).

Pindah menjadi  Camat Magetan Kota (1981 – 1982),  Kabag Pemerintahan Kabupaten Magetan (1982 – 1985), Pembantu Bupati di Magetan (1985 – 1987),  Pembantu Gubernur di Madiun  (1989 – 1991) dan Kabid Pembangunan Kantor Pembantu Gubernur di Kediri (1991 – 1993).

Alumnus program pasca sarjana UNTAG Surabaya tahun 1999 ini menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya 30 th pada tahun 1996. Menjadi  Juara I Lomba Pembanguan saat menjadi Camat Karangmojo Kabupaten Magetan selama empat kali berturut-turut,  dan  menjabat  Camat Kota Magetan selama satu kali.

“Tugas penting menjadi abdi negara tak lain adalah melayani masyarakat. Bersama masyarakat membangun daerah,” kata Bambang.

Tak hanya berprestasi menjadi abdi negara. Bambang dan isterinya juga berhasil mengentaskan ketiga anaknya mengikuti jejak sukses. Yakni Widia Purwaningrum SSi MSi,  Fardiana Suryaningrum SE MM, dan  Niken Widaryanti Murbaningrum SE MM.

Usai pensiun tanggal 1 Januari 2004. Bambang dan isterinya pindah ke Kota Yogyakarta. Bambang pensiun dengan pangkat Pembina Utama/IV E. Menempati rumah yang lokasinya berdekatan dengan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta di Blunyahrejo.

“Saya senang  hidup di Yogyakarta. Kotanya tenang dan nyaman,” katanya.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA