oleh

Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Industri 4.0

BERITA649.COM – Memasuki tahun baru yang tinggal menghitung hari, tantangan angkatan kerja di Indonesia semakin tinggi. Hal ini dipicu adanya prediksi bonus demografi angkatan kerja muda hingga tahun 2045.

“Kita melihat persentase dari angkatan kerja kita, pemuda (16-30 tahun) ini sangat tinggi hampir 25 persen,“ ujar Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan dalam Webinar KPCPEN dengan tema “Menyiapkan Aset SDM yang Siap Mendukung Kebangkitan Dunia Usaha di Era Pandemi” (30/11/2020).

Pertumbuhan lapangan kerja yang terus digenjot pemerintah juga menghadapi rintangan yang tak mudah, terutama di masa pandemi. Hal ini pun menyebabkan bertambahnya angka pengangguran pada usia produktif.

“Selama bulan Februari sampai dengan Agustus ini menambah pengangguran 2.4 juta lebih,” ungkap Anwar.

Anwar menilai bonus demografi bisa saja menjadi keuntungan. Namun juga sebaliknya jika tidak siap dengan perubahan ke industri 4.0 yang banyak berfokus pada digitalisasi dan otomatisasi.

“Bonus demografi pada saat yang bersamaan ada yang namanya revolusi industri. Kalau ini dua-duanya tidak kita kelola dengan baik, kita khawatir seiring berjalannya waktu bonus demografi selesai, revolusi industri 4.0 juga tidak kita kelola dengan baik,” terangnya.

Hal ini senada dengan yang diungkapkan Ketua Umum DPN Apindo, Hariyadi B Sukamdani, dalam forum yang sama. Masalah Industri 4.0 yang juga risiko otomatisasi ini cukup besar.

Ia memperkirakan 60 persen di sektor otomotif akan terkena dampak yang cukup signifikan. Talenta yang sangat banyak dengan tantangan digitalisasi di masa depan sering tak seimbang dengan kemauan perusahaan dalam berinvestasi pada karyawannya.

“World bank menyampaikan di Indonesia hanya 4,7 persen  perusahaan yang memberikan pelatihan formal. Ini persoalannya di masalah anggaran ya,” jelas Hariyadi.

Pemerintah harus lebih fokus lagi memanfaatkan program pemagangan serta Balai Latihan Kerja (BLK) agar para SDM siap masuk ke dunia usaha. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah lama menyiapkan sarana digital bagi talenta muda.

“Kemenkominfo mempunyai berbagai macam pelatihan kewirausahaan digital atau digital talent scholarship dan juga pelatihan digital UMKM,” kata Rosarita Niken Widiastuti, Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Informatika Bidang IKP, Transformasi Digital, dan Hubungan Antar Lembaga.

Program ini berhasil mengalihkan hampir 5 juta UMKM menuju digitalisasi. Melakukan pendampingan melalui grebek pasar.Program ini membantu masyarakat kecil, khususnya UMKM  berjualan dari daring. Pemerintah tidak ingin marketplace hanya diisi produk dari luar negeri.

Pada 2021, Kementerian Kominfo menargetkan 60000 beasiswa digital, yang meliputi cyber security, cloud computing, big data analysis, artificial intelligence, IOT, robotics, dan digital business. (*)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA