oleh

Magma Makin Dekat dengan Puncak Merapi

BERITA649.COM – BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi mengaplikasikan pemantauan visual dengan menggunakan teknik fotografi. Saat ini terdapat 35 stasiun kamera yang dipasang di sekeliling Gunung Merapi, termasuk 9 stasiun kamera DSLR dan 2 kamera thermal.

Foto yang diperoleh dari kamera menggantikan sketsa untuk mengukur perubahan morfologi secara spasial.

“Dari analisis fotogrametri, diketahui  kubah lava berkembang. Kubah lava ini berkembang dari tengah kemudian ke sekitarnya atau pertumbuhannya cenderung endogenic,” kata Kepala Seksi Gunung Merapi Agus Budi Santoso pada Siaran Informasi BPPTKG di kanal Youtube BPPTKG Channel (28/11/2020).

Selain memperoleh foto dengan teknik fotografi, BPPTKG juga menerapkan teknologi drone untuk menghasilkan foto.

BACA JUGA: Gelar Operasi, Satpol PP Incar Pelanggar Prokes

Kelebihan metode ini , foto dapat diperoleh dengan perspektif yang tepat seperti yang diinginkan. Bahkan  posisi tidak terjangkau langsung oleh manusia.

Pemantauan menggunakan drone telah dilakukan secara intensif menjelang erupsi tahun 2018 hingga saat ini dengan periode setiap 1 minggu.

Agus mengatakan, akhir-akhir ini terjadi pembentukan crack atau rekahan di kawah atau kubah lava paska 2010 dan 2018.

Juga menunjukkan aktivitas guguran yang intensif. Perkembangan rekahan dan aktivitas guguran menunjukkan magma sudah sangat dekat di permukaan.

Sehingga tinggal menunggu kapan magma ini membentuk kubah di permukaan.

Menyinggung  misi pendakian ke puncak Gunung Merapi, Agus menegaskan metode visual  cukup memadai. Tidak diperlukan lagi misi ke puncak yang sangat berbahaya.

“Kejadian kemarin, ada teman  yang mendaki ke puncak, itu tidak bisa dibenarkan karena dapat membahayakan diri sendiri,” kata Agus.

Agus lantas mencontohkan kejadian  tanggal 22 November lalu. Terjadi guguran dinding kawah di Lava 1954 yang disebut sebagai kejadian luar biasa, karena volume yang runtuh cukup besar dan kejadian tersebut merubah morfologi puncak.

Masyarakat diminta tetap tenang dan bersabar menghadapi aktivitas Gunung Merapi.

“Mari berikan waktu kepada Gunung Merapi untuk berekspresi karena selama ini sudah memberikan manfaat yang luar biasa kepada kita semua,” ujar Agus. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA