oleh

Madu Kualitas Terbaik se-Asia Ternyata Ada di Sini

GUNUNGKIDUL – Pernah mendengar pria bersebutan ‘profesor madu’? Laki-laki itu tak lain adalah Saroso Hadi Purwanto, warga asal Playen Gunungkidul.

Sebutan ‘profesor’ diberikan akademisi Fakultas Kehutanan UGM yang mendampingi Purwanto memberdayakan lebah Apis Cerana.

Saroso yang kini berusia 65 tahun ini tak pernah mengenyam bangku pendidikan formal. Juga tak pernah menjadi mahasiswa.

BACA JUGA : Pakai Masker Tak Baik bagi Kesehatan? Ini Penjelasannya

Namun, kepiawainnya mengembangkan budi daya lebah selama puluhan tahun membuat namanya dikenal di tingkat internasional.

Purwanto juga menemukan madu terbaik di Asia. Laki-laki yang murah senyum ini berkisah saat mencari madu lebah liar di hutan Wanagama.

Ia mulai beternak lebah pada tahun 1983. Madu yang dipanen dijual untuk menghidupi keluarga.

BACA JUGA : Pendaftar 49 Personil, Lolos 31 Orang, Terkumpul 10 Ribu Liter Darah

Saat itu melihat lebah mengelilingi pohon akasia jenis mangium dan eukaliptus. Lebah berada pada ketinggian sekitar 15 meter.

“Saya penasaran. Lebah kok mengililingi pohon bukan bunga,” katanya.

Kemudian Puwanto menjilat daun akasia yang masih basah terkena embun. Ternyata ada sensasi manis.

BACA JUGA : Ingin Menikmati Gudeg Manggar Rasa Beda?

Ternyata lebah mengambil sari makanan dari cairan manis di daun.  Purwanto  lantas meminta izin kepada UGM agar bisa memelihara lebah di hutan Wanagama.

Setelah diberi izin, ia membuat sangkar lebah madu di hutan Wanagama. Singkat cerita,  Purwanto kini memiliki 300 kotak rumah lebah.

Lebah ini menghasilkan madu terbaik di Asia. Madu ini semakin terkenal setelah dipromosikan UGM.

BACA JUGA : Pilih Pengelola Sampah Kreatif, Bank Indonesia Siapkan Jutaan Rupiah

Hingga mahasiswa dari Tiongkok datang ke hutan Wanagama untuk melihat peternakan lebah.

“Katanya, kualitas madu nomor satu di Asia. Sejelek-jeleknya madu di hutan Wanagama dianggap paling bagus,” ujarnya.

Temuan pohon akasia jenis mangium dan eukalipsus menjadi sumber makanan lebah direspon  UGM. Biasanya  ia panen madu pada bulan Juni, Juli, Agustus, September, dan Oktober.

BACA JUGA : Keris dan Tombak Jaman Kerajaan di Indonesia Ada di Tempat Ini

Setiap kotak bisa menghasilkan 3 hingga 5 kilogram madu  per bulan. Harga madu per kilogram dijual Rp 750.000.

Penghasilan yang menggiurkan telah meningkatkan perekonomian warga. Sekaligus mengurangi keinginan warga menebang pohon di hutan. (#)

penulis: yuliantoro | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA