oleh

Lovebird, Burung Cinta yang Bikin Betah di Rumah

YOGYAKARTA –  Love bird. Burung berkicau satu ini diminati para penghobi burung. Salah satunya pegiat burung berkicau asal Sleman, Reedy Indra Lesmana.

Ia mengatakan love bird adalah burung endemik  yang sangat familiar. Banyak disukai pecinta burung.

Harga terjangkau, perawatan  dan penjodohannya juga mudah.

“Kicauannya merdu,” kata Reedy.

BACA JUGA : Tapak Suci Jaga Pancasila dari Rongrongan Komunis

Selain love bird, kenari juga burung yang memiliki tempat tersendiri bagi burung mania. Juga ada perkutut,  cucak hijau, murai batu, cucak rowo dan  jalak uren.

Reedy mengatakan murai batu, jalak uren, dan cucak rawa  sudah bisa ditangkarkan secara masif.

Namun, beberapa waktu lalu sempat  muncul Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20 Tahun 2018.

BACA JUGA : Pasien Positif Covid-19 Hari Ini Tambah 8 Orang, Yogyakarta dan Gunungkidul Nihil

Peraturan ini menyebutkan burung-burung tersebut masuk kategori satwa yang dilindungi. Kemunculan PP ini menimbulkan setuju dan tidak setuju dari penghobi burung.

Sejumlah organisasi yang  aktif dalam dunia burung memilih opsi menolak P20. Sedangkan penghobi burung yang bernaung dalam organisasi kicaumania.or.id memilih jalur diplomasi.

Saat itu, pegiat burung berkicau di DIY mengusulkan pemerintah melakukan revisi P.20.  PP tersebut bukan hanya mengatur tentang satwa, melainkan juga ratusan tumbuhan.

BACA JUGA : Gang Senggol di Kampung Kauman Ini jadi Kenangan Ribuan Orang

“Menurut saya, sekarang perlu adanya edukasi terhadap masyarakat mengenai pentingnya konservasi. Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan, mengingat populasi burung semakin berkurang,” kata Reedy.

Berkurang karena penjarahan atau faktor nilai jual burung-burung yang dianggap tidak laku di pasaran. Pemerintah disarankan sebaiknya segera memfasilitasi taman konservasi burung di setiap kabupaten. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA