oleh

Libur Panjang Berdampak Peningkatan Kasus Positif

BERITA649.COM – Pemerintah sedang mengkaji periode masa libur panjang akhir tahun.  Berdasarkan evaluasi,  libur panjang masa pandemi telah memakan korban.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan  pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap tren kenaikan kasus positif COVID-19 paska libur panjang.

Terdapat 3 periode libur panjang yang menjadi bahan evaluasi pemerintah. Yakni, libur panjang Idul Fitri tanggal 22 – 25 Mei 2020, libur panjang HUT RI  tanggal 20 – 23 Agustus 2020,  dan libur panjang 28 Oktober – 1 November 2020.

“Libur panjang Idul Fitri berdampak peningkatan kasus positif sebesar 69 – 93 persen pada tanggal 28 Juni 2020,”  terang Wiku dalam keterangan pers di Kantor Presiden (24/11/2020).

BACA JUGA: Pasien Meninggal Sebagian Besar di Atas 50 Tahun

Pada  liburan 20-23 Agustus terjadi peningkatan kasus positif sebesar 58 – 118 persen pada minggu pertama sampai 3 September 2020.

Pada libur panjang akhir Oktober dan awal November berdampak  peningkatan kasus positif sebesar 17 -22 persen.

Berdasarkan evaluasi, juga terjadi penurunan kasus positif pada periode libur panjang 28 Oktober – 1 November 2020 dibandingkan libur panjang Agustus 2020.

Penurunan kasus positif ini menjadi evaluasi dan pembelajaran menghadapi periode libur panjang akhir tahun 2020.

Namun, libur panjang akhir tahun 2020 memiliki durasi yang lebih panjang. Dikhawatirkan berpotensi menjadi manifestasi perkembangan kasus menjadi dua, bahkan tiga kali lipat lebih besar dari masa libur panjang sebelumnya.

Kenaikan kasus positif  akibat kurang disiplinnya masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

“Pada prinsipnya, apapun keputusan yang nanti diambil pemerintah, keputusan ini akan selalu mengutamakan keselamatan masyarakat Indonesia di tengah pandemi COVID-19,” kata Wiku. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA