oleh

Lansia dan Komorbid Harus Dilindungi dari COVID-19, Mengapa?

JAKARTA – Pelanggar protokol kesehatan bisa berisiko bagi  lanjut usia (lansia) dan orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan angka kematian lansia dan komorbid mencapai 80 sampai 85 persen.

“Angka yang sangat tinggi sekali,” kata Doni Monardo dalam bincang-bincang spesial “Media Bertanya, Doni Monardo Menjawab” di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta (9/10/2020).

Seperti dilansir covid19.go.id, Doni yang juga kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu mengingatkan kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan komorbid, harus sudah diketahui  jika positif COVID-19.

BACA JUGA : Wisatawan Silakan Hadir, Yogyakarta Aman dan Nyaman

Berdasarkan data rumah sakit, gejala ringan  bisa 100 persen sembuh. Sedangkan angka kematian pada pasien berisiko ringan 2,5 persen, risiko sedang 8 persen, dan risiko berat dan kritis mencapai 67 persen.

Kata Doni, perubahan dari gejala ringan ke sedang  membutuhkan proses  seminggu lebih. Sementara perubahan dari kondisi sedang ke berat atau buruk sangat cepat hanya butuh waktu sekitar satu jam.

BACA JUGA : Sultan Minta Aparat Tindak Pelaku Perusakan

“Ini yang perlu dipahami untuk mengetahui kondisi masing-masing. Jangan menunggu parah. Lebih cepat penanganan lebih baik,” pinta Doni.

Doni mengapresiasi pemerintah daerah yang memberi sanksi tegas kepada pelanggar protokol. Aturan sanksi ini telah ditetapkan dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tetang Sanksi bagi  Pelanggar Protokol Kesehatan COVID-19.

Inpres ini memberi kewenangan kepolisian dan Satpol PP memberi sanksi kepada pelanggar secara perseorangan atau perusahaan,” kata Doni. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA