oleh

Komisi B Sebut Perlu Penundaan Pembayaran Kredit

YOGYAKARTA – DPRD Kota Yogyakarta berkomitmen terus memberi atensi terhadap kondisi perekonomian di Kota Yogyakarta. Terutama nasib usaha mikro kecil menengah (UMKM). Hari ini (24/3/2020) rombongan komisi B  mengunjungi Bank BPD DIY Cabang Senopati.

SUSANTO DWI ANTORO

Ketua Komisi B Susanto Dwi Antoro SE mendiskusikan dengan pihak Bank BPD DIY mengenai regulasi terkondisi usaha mikro kecil menengah (UMKM)  atau nasabah kredit yang terdampak Covid19.  Antoro menyarankan perlunya ada kebijakan penundaan angsuran atau rescheduling.

“UMKM yang kredit bukan berarti tidak membayar kewajiban. Ini hanya  penundaan pembayaran,” kata Antoro.

Dalam kunjungan sekitar dua jam, komisi B juga menyatakan serius ingin menekan angka pertumbuhan warga yang terpapar virus Corona.  Komisi B ingin melihat lebih dekat lagi kesiagaan lembaga perbankan menghadapi Covid19.

Antoro, politisi PDI Perjuangan ini memuji keseriusan Bank BPD DIY Senopati memberi perlindungan kepada nasabah dan pegawai. Di tempat ini telah dibuat Protocol Covid19. Dimulai pengecekan terhadap seluruh nasabah yang akan melakukan transaksi atau urusan lain.

Mulai pengecakan suhu badan, penggunaan hand sanitizer hingga pemakaian masker bagi pegawai. Termasuk penggunaan sarung tangan bagi teller. Setiap uang yang diterima dari nasabah terlebih dulu disemprot disinfektan.

Bank BPD DIY juga memberlakukan work from home bagi pegawai yang pernah berada di zona merah. Termasuk pembatasan jam kerja. Lalu, pengurangan transaksi tunai dengan mengganti secara digital. Komisi B juga memberi acungan jempol terhadap kebijakan perusahaan melakukan cek kesehatan secara periodik.

“Sistem perlindungan ini bagus,” kata Antoro.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA