oleh

Tidak Perlu Penyebutan asal Sekolah Pelaku Klitih

YOGYAKARTA – Menyikapi aksi klitih yang belum juga mereda, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY bersama Polda DIY sedang menyusun langkah-langkah antisipatif. Sejumlah gagasan sedang digodok. Nantinya gagasan-gagasan itu akan dikongkretkan kelompok kerja. Tim ini terdiri Dikpora DIY, Polda DIY dan instansi terkait.

“Salah satu yang menjadi fokus pokja adalah mencari solusi  jitu agar tidak ada lagi aksi klitih di DIY,” kata Pelaksana Tugas Dikpora DIY, Drs Bambang Wisnu Handoyo kepada Berita649.Com, hari ini (4/2/2020).

Salah satu gagasan yang sedang dikaji adalah penyebutan identitas pelaku. Misalnya, apakah masih perlu menyebut nama sekolah pelaku? Bambang mengatakan,  dampak penyebutan nama sekolah pelaku dalam pemeriksaan di kepolisian atau pemberitaan di media massa justru tidak selaras dengan upaya menekan aksi klitih yang dilakukan siswa sekolah. Bisa saja, penyebutan nama sekolah akan berimbas terhadap eksistensi sekolah, termasuk guru dan siswa.

Tak hanya itu. Masyarakat juga menjadi ketakutan saat melewati sekitar sekolah pelaku. Karena itu, perlu ada perubahan strategi. Bambang mengusulkan agar  identitas pelaku klitih yang disampaikan ke publik adalah alamat rumah. “Lengkap dengan nama RT, RW dan kelurahan,” kata Bambang.

Harapannya, informasi tersebut diatensi masyarakat. Menciptakan kebersamaan di kampung agar menjaga anak-anak muda tidak melakukan aksi klitih.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA