oleh

Keyakinan Sembuh adalah 50 Persen Kesembuhan

BERITA649.COM – Masyarakat Indonesia paling optimistis menghadapi pandemi COVID-19 di Asia Tenggara. Informasi tersebut berdasarkan hasil survei IPSOS dan Nielsen.

“Penilaian tersebut tidak terlepas dari tingginya angka kesembuhan di Indonesia,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro  dalam  dialog bertema “Antara Pengobatan dan Pencegahan: Pilih Mana?”.

Reisa mengatakan, rasio kesembuhan seluruh total kasus COVID-19 mencapai 82.84 persen. Angka sembuh dan selesai isolasi COVID-19 meningkat dibandingkan sebelumnya.

Angkanya sebesar  80.51 persen. Keseriusan pemerintah menangani pasien COVID-19  terlihat dari suplai obat penanganan COVID-19.

BACA JUGA: Aktivitas Merapi Bisa Dipantau Langsung di YouTube

Sejak  4 November, obat penanganan COVID-19  sudah didistribusikan di 34 Dinas Kesehatan Provinsi dan 779 rumah sakit se-Indonesia.

Pemerintah juga melakukan pemenuhan suplai obat penanganan COVID-19 hingga Desember 2020. Sebanyak 300 ribu tenaga medis bekerja di rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia.

Kepala Instalasi Gawat Darurat salah satu rumah sakit di Jakarta, dr Gia Pratama Putra mengungkapkan ada 3 fase yang harus dihadapi dalam menangani pasien COVID-19.

Fase pertama meyakinkan pasien positif COVID-19, penyakit ini bisa dilalui.

BACA JUGA: Barak Pengungsian Harus Bersih dari Virus Corona

Keyakinan akan kesembuhan adalah 50 persen kesembuhan. Virus ini sebenarnya bisa kalah dengan daya tahan tubuh.

“Jadi biarkan bapak ibu tidak usah fokus pada penyakitnya. Biarkan dokter-dokter yang fokus pada penyakitnya. Bapak ibu fokuslah menjaga diri dan kesehatan,” kata dr Gia.

Fase ke dua, adalah saat pasien harus diisolasi, sehingga tidak boleh bertemu dengan siapapun. Dokter harus berkunjung menyemangati  pasien.

Sedangkan fase ke tiga terdapat dua kemungkinan. Kemungkinan pertama,  kesembuhan pasien. Kemungkinan kedua  meninggalnya pasien COVID-19. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA