oleh

Keyakinan Mbah Darmo Terbukti, Cucunya Tetap Sehat

SLEMAN – Kisah ini sudah berlalu. Tapi, kenangan itu terasa pahit  dan getir bagi  mbah Darmo, 81 tahun, dan keluarganya. Terutama Ari, cucunya.

Ceritanya begini. Pada pertengahan Juli lalu, kampung tempat tinggalnya terdapat dua warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kampung ini berada di Kelurahan Balecatur,  Kecamatan Gamping.

Dua warga di wilayah RT  berbeda itu tersebut langsung mendapatkan perawatan medis. Keduanya dirawat di rumah sakit yang berbeda.

Petugas juga melakukan tracing terhadap siapa saja yang melakukan kontak dengan dua warga yang positif Covid-19.

BACA JUGA: Avatar Bisa Digunakan di Instagram dan Whatsapp, Ini Caranya

Saat bersamaan, Ari, cucu mbah Darmo, akan berangkat ke Kudus, Jawa Tengah untuk melamar kerja. Salah satu syaratnya adalah dokumen kependudukan, termasuk surat keterangan sehat.

Tapi, Ari sedang tidak beruntung. Saat diperiksa di Puskesmas, ia dinyatakan reaktif. Ari yang baru saja menyelesaikan kuliah di perguruan tinggi swasta itu  mengaku sehat.

Kabar itu terdengar mbah Darmo dan orangtuanya.  Mereka tak percaya dengan hasil itu.  Karena sejak dua bulan terakhir, ia membantu neneknya menggarap sawah.

Kondisi Ari sehat-sehat saja. Ia juga tidak melakukan kontak dengan warga terinfeksi Covid-19. Mbah Darmo menyebut, hasi reaktif itu karena Ari sedang memikirkan persiapannya melamar kerja ke Kudus.

Ari juga lelah karena. Dalam dua minggu terakhir sejak pertengahan Juni melakukan kegiatan angkut-angkut.

BACA JUGA: Pemkot Yogyakarta Gelar Program Vaksin Hewan Peliharaan, Ini Jadwalnya

Kulo niku yakin Ari sehat. Mboten keno covid  (saya yakin Ari sehat. Tidak terkena Covid-19),” kata mbah Darmo.

Tapi, hasil reaktif membuat Ari menyerah. Hingga akhirnya, Ari diminta melakukan isolasi mandiri.

Otomatis, seluruh penghuni rumah juga harus melakukan isolasi mandiri. Ada tempat jiwa. Yakni, mbah Darmo, ayah dan ibu Ari, serta adik kandung Ari.

Mbah Darmo, Ari beserta ibu dan adiknya mentaati ketentuan dengan berdiam di rumah. Sedangkan ayah Ari menyingkir. Ia memilih menetap tinggal di rumah saudaranya di Godean.

Selama menjalani isolasi, seluruh kebutuhan keluarga mbah Darmo dicukupi warga. Mulai makan pagi, makan siang hingga makan malam. Juga keperluan sehari-hari.

Singkat cerita, masa isolasi 14 hari sudah terlewati. Kondisi mbah Darmo tampak sehat. Orangtua Ari juga sehat. Rian, adiknya juga tidak sakit. Begitu pula Ari. Stamina anak muda yang berbadan olahragawan ini tetap prima.

BACA JUGA: Masyarakat Diminta Waspadai Orang Tanpa Gejala

Tapi, saat kesehatan Ari dicek, Ari masih reaktif. Lalu, Ari diminta melakukan tes swab. Permintaan itu dipenuhi. Namun, Ari gagal diswab.

Penyebabnya, Mbah Darmo dan orang tua Ari tidak memiliki dana untuk tes swab. Ari pun mengatakan tak masalah bila tidak diswab. Ia meyakini dalam kondisi sehat. Tidak tertular covid-19.

Keyakinan itu betul juga. Sampai sekarang, Ari dalam kondisi sehat. Sejak awal Agustus lalu bekerja di salah satu toko bangunan di Jalan Wates. Ia melupakan perusahaan di Kudus, Jawa Tengah yang ingin didatangi.

Sementara mbah Darmo, orang tua Ari dan adiknya juga sehat. Bahkan, warga yang dulu sempat melakukan komunikasi terbatas dengan keluarga mbah Darmo, kini kembali seperti semula. Mbah Darmo menjalani hidup normal lagi.

“Alhamdulillah, tempat kami aman,” terang Tri, relawan setempat.

Dua warga yang terinfeksi virus corona juga telah sembuh. Keduanya telah melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya.  (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA