oleh

Kematian Dokter Naik 300 Persen

BERITA649.COM – Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan pembaruan data tenaga medis yang meninggal dunia akibat COVID-19.

Dalam kurun waktu seminggu pertama  Desember 2020, angka kematian tenaga medis naik hingga tiga kali lipat.

Sementara  sejak Maret hingga awal Desember, sebanyak 342 petugas medis dan kesehatan meninggal akibat terinfeksi COVID-19. Terdiri 192 dokter dan 14 dokter gigi, dan 136 perawat.

Dokter yang meninggal terdiri 101 dokter umum (4 guru besar) 89 dokter spesialis (7 guru besar), serta 2 residen. Mereka berasal dari 24 IDI wilayah dan 85 IDI cabang.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, lima dokter dan dua perawat meninggal dunia. Dr Eka Mulyana, SpOT(K) MKes SH MHKes dari Divisi Advokasi dan Hubungan Eksternal Tim Mitigasi PB IDI menegaskan COVID-19 nyata.

BACA JUGA: Hati Hati Tatap Muka, Siswa SD Paling Susah Pakai Masker

“Apabila anda termasuk orang yang tidak mempercayai COVID-19, kami berharap jangan mengorbankan keselamatan orang lain dengan ketidakpercayaan tersebut,” pinta Eka Mulyana.

Tingginya kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi peringatan agar semua tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan (3M).

Pandemi COVID-19 akan berlalu dengan kerjasama seluruh pihak. Tim Mitigasi PB IDI secara khusus  mengingatkan tenaga medis dan tenaga kesehatan selalu waspada.

Tetap menjalankan SOP seperti dalam pedoman standar perlindungan dokter saat melakukan pelayanan dan saat berada di keluarga dan komunitas.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah SKp SH MKep MH menjelaskan sekitar 75 persen perawat yang meninggal akibat COVID-19 umumnya bertugas di kamar rawat inap.

“Kemungkinan  perawat tertular dari pasien sebelum hasil swab keluar dari  laboratorium,” kata Harif.

Harif berharap dukungan pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kualitas perlengkapan pemeriksaan kesehatan. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA