oleh

Kegagapan Pemerintah Pusat Justru Menambah Panik Masyarakat

YOGYAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta merilis buku baru berjudul “Krisis Komunikasi dalam Pandemi Covid-19”. Apa yang menarik dari buku ini?

Buku setebal 288 halaman terdiri tiga bagian. Bagian pertama mengeksplorasi perlunya aktualisasi komunikasi secara teori, riset dan praktek dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Bagian kedua mengangkat persoalan komunikasi publik yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi penyebaran virus Corona. Kegagapan pemerintah pusat mengelola komunikasi publik justru menambah kepanikan masyarakat.

BACA JUGA: Krisis Komunikasi dalam Pandemi Covid-19

Sedangkan bagian ketiga membahas relasi media dan publik dalam informasi Corona Covid-19 di media massa maupun media sosial. Dibeberkan berdasarkan riset dan konseptual.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNISA Wuri Rahmawati MSc mengatakan, proyek penerbitan buku melibatkan program studi ilmu komunikasi di perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia. Yakni, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Universitas Muhammadiyah Buton, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Cirebon.

Lalu, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Aisyiyah Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA