oleh

Kedisiplinan Protokol Kesehatan Turun Drastis

BERITA649.COM – Pemerintah daerah dan Satgas COVID-19 daerah diminta segera koordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19  pusat. Koordinasi diperlukan agar tidak terjadi kekurangan  obat-obatan, reagen maupun alat pelindung diri (APD) menjelang akhir 2020.

“Pastikan kebutuhan logistik mencukupi. Sehingga tidak menghambat penanganan  kepada pasien COVID-19 di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan virus corona di Kantor Presiden (8/12/2020).

Wiku mengatakan tren peningkatan kasus COVID-19 masih terjadi. Bahkan, penambahan kasus harian tanggal 3 Desember lalu mencapai 8.369 kasus.

BACA JUGA: Waspadai Kegiatan Bulan Desember yang Potensi Menimbulkan Kerumunan

Angka ini menunjukkan kondisi yang sangat membahayakan dan mencerminkan tingginya penularan virus corona. Penyebabnya adalah penurunan drastis kedisiplinan masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

Data terakhir, tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker  pada September tercatat sebesar 83,67 persen. Awal Desember menjadi 57,78% persen.

“Kondisi ini  diperburuk  dengan kenyataan bahwa kedisiplinan menjaga jarak juga turun, dari 59,57 persen menjadi 41,75 persen pada periode yang sama,” ujarnya.

Wiku mengingatkan kapasitas pemeriksaan COVID-19 di Indonesia semakin mendekati target yang direkomendasikan World Health Organization (WHO). Kapasitas testing Indonesia mencapai 96,35 persen.

Peningkatan testing ternyata diikuti tren peningkatan kasus positif yang semakin memburuk. Seharusnya, angka testing yang tinggi tidak diikuti peningkatan kasus positif.

“Ini artinya tingkat penularan makin tidak terkendali. Tolong pengertiannya, tolong kerjasama yang serius. Jangan sampai kerja keras kita selama ini hilang percuma,” pintanya. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA