oleh

Jalan KHA Dahlan Direvitalisasi, Pedagang Resah

YOGYAKARTA – Kabar rencana dilakukan revitalisasi di Jalan KHA Dahlan membuat para pedagang kaki lima dirundung cemas. Pedagang berharap revitalisasi tersebut tidak berujung terhadap larangan berjualan di Jalan KHA Dahlan.

“Kami mendukung revitalisasi. Tapi, kami menolak bila kemudian tidak boleh berjualan lagi,” tandas Ketua Paguyuban PKL Jalan KHA Dahlan Toni kepada Berita649.Com, sore ini (27/2/2020).

TONI: Setuju revitalisasi. Tapi tetap bisa berjualan.

Kekhawatiran Toni dan pedagang lain sangat beralasan. Pasalnya para pedagang dilarang berjualan setelah revitalisasi selesai. Toni mencontohkan pasca revitalisasi di Jalan Jenderal Sudirman.

Keluhan sama juga dilontarkan Suwandi, pedagang angkringan di depan SD Negeri Ngabean. Suwandi sangat mendukung program revitalisasi di Jalan KHA Dahlan. Bahkan bila perlu lebih cepat revitalisasi dilaksanakan semakin baik.

“Pada dasarnya kami setuju. Tapi, tolong kami jangan digusur. Kami butuh uang untuk hidup,” kata Suwandi.

Toni, Suwandi dan sejumlah pedagang menyatakan komitmennya mendukung program penataan di Jalan KHA Dahlan. Hanya, mereka meminta tetap diperbolehkan berjualan.

Toni mengatakan, pedagang di sepanjang Jalan KHA Dahlan di wilayah Kecamatan Ngampilan sebanyak 30 orang. Enam belas berjualan pagi hingga sore hari. Sedangkan empat belas pedagang berjualan malam hari.

Sementara Kepala Dinas Informasi Komunikasi dan Persandian Kota Yogyakarta Tri Hastono membenarkan akan dilakukannya revitalisasi di Jalan KHA Dahlan. Nantinya, wajah sepanjang jalan ini, mulai kantor Pos Besar hingga Parkir Bus Wisata Ngabean akan diprcantik.

“Gambarannya seperti di Jalan Jenderal Sudirman. Tapi, kapan akan dimulai, saya belum bisa mengatakan. Yang jelas, tahun 2020,” katanya.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA