oleh

Ini yang Terjadi Saat Kuda Kuda Kraton Yogyakarta Dimandikan

YOGYAKARTA – Tahukah Anda, siapa perawat kuda-kuda yang sesekali muncul pada acara di Kraton Yogyakarta?

Setidaknya ada empat laki-laki yang secara bergantian memelihara tiga kuda yang berada di kawasan Museum Kereta Rotowijayan, Kecamatan Kraton.

Mereka adalah Inung, Untung, Agung dan Kipli. Mereka ditugasi GBPH H Yudhaningrat untuk merawat sekaligus menjaga kuda-kuda  berwarna putih.

Dua kuda berada di sebelah utara museum. Sedangkan satu lagi menempati kandang di sebelah barat museum.

Kuda-kuda import ini berwarna putih. Matanya indo. Badannya tinggi dan kekar. Tiga kali dalam seminggu, kuda ini dimandikan.

BACA JUGA: Catat, Epilepsi Bukan Penyakit Menular

Lokasinya di bawah pohon asem. Kata Inung, kuda bernama Abimanyu sangat jinak ketika dimandikan.

“Penurut. Dan tidak agresif,” kata Inung yang telah bertahun-tahun menjadi perawat kuda-kuda Kraton Yogyakarta.

Tapi, dua kuda lain berbeda. Saat dimandikan, harus ekstra hati-hati. Pasalnya, kuda-kuda ini sering beraksi ketika hendak dimandikan.

“Pokoknya harus hati-hati. Tidak boleh lengah,” timpal Untung.

BACA JUGA: Sultan Ajak Legislatif, Yudikatif dan Eksekutif Pupuk Kultur Kebersamaan

Pasalnya, seorang warga pernah digigit. Juga ada yang terkena tendangan. Karena pengalaman itu, Inung, Untung, Agung dan Kipli memilih hati-hati.

Apalagi ketika hendak menggosok badan kuda dengan alat. Si kuda langsung bereaksi.

Meski sebenarnya, setelah dimandikan, kuda-kuda itu menjadi jinak.

Jam memandikan kuda pada siang hari sering mengundang daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke museum.

Bahkan, ada yang meminta foto bersanding bersama kuda putih. Namun, kuda yang direkomendasi bisa diajak foto selfi adalah Abimanyu.

“Abimanyu jinak. Seakan-akan mengerti bila diajak selfi,” kata Untung. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA