oleh

Ini Tanggapan Warga terhadap Pagar Alun-alun Utara

YOGYAKARTA – Praktisi hukum, Heniy Astiyanto SH mengatakan perlunya kajian ulang dalam kontek Sekaten terhadap pembangunan pagar di Alun-alun Utara.

“Pesta sekaten itu rakyat bisa di Alun alun utara tanpa sekat. juga Sunan Kalijaga dalam dakwah tidak ada sekat sekat di Alun alun,” katanya.

Pendapat itu disampaikan mengomentari pemberitaan pemasangan pagar di Alun-alun Utara.

Bukan hanya Heniy. Pemasangan pagar  menuai banyak komentar masyarakat.

Ada tokoh masyarakat, politisi, pemerhati masalah sosial, pengacara, seniman, pelawak, pegiat wisata dan pedagang.

Dari bahasa yang disampaikan, mereka keberatan Alun-alun Utara dipasang pagar.

Komentar Brisman,  misanya. Seniman pertunjukan ini menanyakan alasan pemagaran Alun-alun utara.

Ia berujar, apa bedanya Alun-alun Kraton Yogyakarta dengan Alun-alun kabupaten Temanggung, Wonosobo, Nganjuk, dan lain-lain.

“Istimewane Kraton nggon endi?  Mosok kraton karo kantor bupati  podo alun alune (istimewanya Kraton Yogyakarta di mana? Apa iya, Kraton dengan alun-alun kantor bupati sama)?” tanyanya.

Sementara akun bernama Danik Ahmad juga menyebutkan fungsi Alun-alun Utara dari zaman kerajaan meniadi tempat berkumpulnya rakyat.

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA