oleh

Ini Respon Dunia Usaha tentang Link and Match

SLEMAN – Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Yogyakarta menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Keduanya bersepakat mewujudkan program link and macth.

BBPPMPV  merupakan unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud. Penandatangan dilakukan pada acara rakor program link and match di Hotel Alana (10/4/2021)

Rakor dihadiri 40 DUDI. Dibuka Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Dr Sarjilah MPd. Rakor bertujuan menyamakan persepsi konsep link and match dan urgensinya, serta  penyusunan dan penandatangan naskah kerja sama.

BACA JUGA: Menjauhi Ekstrimisme, Menjaga Keutuhan Bangsa

“Ini langkah awal mewujudkan program link and match, agar pendidikan SMK tidak tercabut dari dunia realitas,” kata Sarjilah.

Diharapkan lulusan SMK bisa terserap di dunia kerja. Memiliki ketrampilan, serta karakter sesuai tuntutan dunia kerja.

“Siapa lagi yang akan memikirkan kemajuan pendidikan nasional, jika bukan kita semua? Mari kita yakini apa yang dilakukan ini bukan  sia-sia,” ujar Sarjilah.

Johnny Hendarta dari DUDI bidang fotografi  menilai, link and match adalah kebutuhan jaman modern. Guru SMK harus bisa menyesuaikan perubahan dan perkembangan industri.

BACA JUGA: Catat, Epilepsi Bukan Penyakit Menular

“Contohnya bidang fotografi. Alat dan kebutuhan berubah terus seriring perkembangan teknologi,” katanya.

Priyo Salim dari DUDI bidang Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan, melihat kualitas lulusan SMK dan kebutuhan industri masih ada gap.

Sementara Insan Kamil dari DUDI multimedia menilai program link and match memberi manfaat luar biasa.

“Dengan melibatkan DUDI, maka ilmu dan ketrampilan lulusan SMK bisa langsung diterapkan di dunia industri. Mereka akan mendapat bekal yang bisa memberi nilai tambah terhadap profesi yang dijalani,” katanya. (ags/asa)

>>> ASA

Avatar
Editor yang hobi menulis, main musik dan adventure

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA