oleh

Ini Kisah Pria yang Memandikan Puluhan Jenazah

YOGYAKARTA – Lelaki satu ini tak menyangka bila sebagian hidupnya diabdikan untuk memandikan jenazah.  Namanya Intinanul Ichwan.

Pria berusia 59 tahun ini sehari-harinya menjadi petugas rukti (memandikan jenazah, red) di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Suami Tri Subandiyah ini memang dikenal sebagai pria pemberani. Itulah sebabnya, Ichwan dipilih RS PKU Muhammadiyah sebagai tenaga memandikan jenazah.

Ini adalah pekerjaan yang membutuhkan nyali dan keberanian.

BACA JUGA : Iri Dengki Justru Gerogoti Kebahagiaan

“Alhamdulillah. Pekerjaan ini selalu mengingatkan saya tentang kematian. Kematian yang bisa datang sewaktu-waktu,” kata pria yang hobi bermain bulutangkis.

Ichwan tidak lagi ingat jumlah jenazah yang telah dimandikan. Maklumlah, ia telah menjalani pekerjaan ini sejak tahun 2001.

Pekerjaan ini tidak mengenal waktu. Juga tidak bisa dipastikan, seperti ketika manusia tidak bisa memastikan waktu datangnya kematian.

Ayah dari tiga anak ini hanya selalu mengingat harus meninggalkan kegiatan apapun ketika handphone berdering.

“Itu tanda saya harus bertugas. Apakah di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta atau di Gamping,” terang pria yang tinggal di kampung Noroprajan.

BACA JUGA: Wawali Sebut Kawasan Malioboro Masih Aman

Itulah sebabnya. Handphone harus selalu hudup. Ponsel harus selalu dibawa kemanapun pergi.

Ichwan mengaku pernah takut pada minggu-minggu pertama. Namun, ketakutan itu berangsur hilang setelah terbiasa  berhadapan dengan orang tak bernyawa.

Ia memandikan jenazah mulai usia anak-anak, remaja hingga dewasa. Ada yang meninggal karena faktor usia.

Ada yang meninggal didahului sakit. Ada pula yang meninggal karena kecelakaan.

Perlakuan terhadap setiap jenazah berbeda.  Ada yang kondisi “meninggal biasa”, ada yang “meninggal istimewa”.

BACA JUGA: Ini Dampak Penyuka Berita Negatif di Medsos

Meninggal biasa itu lumrah. Meninggal istimewa itu karena kecelakaan atau faktor lain yang membuat anatomi jenazah tidak utuh.

Lantas, apakah pernah memandikan jenazah karena terkena Covid-19? Ichwan menggelengkan kepala.

“Tidak pernah. Dan memang tidak boleh. Ada petugas tersendiri,” jelasnya.

Memandikan jenazah yang meninggal karena virus Corona harus dengan protokol tersendiri. Petugasnya juga berbeda. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA