oleh

Ini Dampak Penyuka Berita Negatif di Medsos

SLEMAN – Pernah mendengar istilah Doomscrolling? Doomscrooling  menggambarkan kecenderungan seseorang menelusuri berita negatif di sosial media.

Orang yang tergolong doomscrolling semakin banyak ditemui saat pandemi Covid-19.

Psikiater UGM, Dr dr Ronny Tri Wirasto SpKj mengatakan, isolasi fisik maupun sosial menjadi  faktor pemicu munculnya doomscrooling.

Isolasi mendorong seseorang memenuhi kebutuhan mendapatkan informasi melalui sosial media. Isolasi membuat seseorang tidak ingin kehilangan  yang dimiliki.

Ketika seseorang sedang dirundung khawatir, doomscrolling dilakukan untuk mengubah perasaan.

BACA JUGA: Harga Tomat Anjlok, Hanya Dijual Rp 300/Kilogram

“Doomscrolling memiliki efek negatif bagi kesehatan baik fisik maupun mental,” kata Ronny seperti dikutip ugm.ac.id (4/9/2020).

Aktifitas ini awalnya menimbulkan gangguan berupa kesulitan tidur. Lalu, gangguan pola tidur  ini  akhirnya mengakibatkan kesehatan fisik terganggu.

Doomscrolling juga mengakibatkan  kelelahan secara mental. Seseorang akan merasakan lelah berlebihan, menjadi mudah marah, dan sensitif.

Ronny mengatakan, bila kondisi tersebut terus berlanjut dikhawatirkan bisa memunculkan gangguan mental.

BACA JUGA: 560 Wisatawan Luar Jawa Booking Hotel di Yogyakarta

“Sebaiknya segera minta pendampingan psikolog atau psikiater,” katanya menyarankan.

Lantas, bagaimana mengatasi efek samping doomscrolling?

Perlu membuat batasan  ketika mengakses media sosial. Juga membatasi saat mencari atau membaca informasi.

Jangan sampai terjebak membaca informasi yang sebenarnya tidak relevan dengan kebutuhan. (#)

penulis: ninik | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA