oleh

Informasikan Riwayat Pasien Terkontaminasi secara Transparan

YOGYAKARTA – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Krisnadi Setyawan meminta partisipasi publik harus disertai melalui keterbukaan dan transparansi. Pemerintah daerah  harus memfasilitasi dan mengambil tindakan penting.

“Ini mendesak dilakukan,” kata Krisnadi dalam siaran pers yang disampaikan ke redaksi Berita649.Com, pagi ini (17/3/2020).

KRISNADI SETYAWAN

Inilah protokoler yang mendesak direalisasikan. Pertama, proaktif memberi informasi agar warga tetap tenang dan mencegah kepanikan, termasuk pengarahan media dua kali sehari dan peringatan darurat.

Kedua, menyediakan rincian mengenai riwayat perjalanan pasien terkonfirmasi  secara transparan. Disertai informasi tempat tinggal atau nama pasien, yang dapat membuat mereka dapat diidentifikasi secara individual.

Ketiga, meningkatkan higienitas. Warga wajib memakai masker jika keluar rumah. Pemilik properti memasang tanda “Tanpa Masker Dilarang Masuk”. Pekerja restoran dan supermarket menggunakan masker saat melayani konsumen.

Keempat, pemerintah wajib menyediakan instalasi pengujian virus Corona dengan konsep drive-thru di seluruh wilayah. Kelima, pendatang domestik maupun mancanegara wajib menjalani pengecekan suhu tubuh. Sementara informasi kontak domestiknya diverifikasi. Mereka juga wajib mengisi pernyataan kesehatan.

Kelima, penggunaan teknologi mutakhir dan kamera pengawas untuk melacak sumber infeksi. Keenam, mereka yang berisiko ditempatkan dalam isolasi diri. Ditangani secara menyeluruh berdasarkan individu oleh otoritas kesehatan

Keenam, pemerintah wajib melatih petugas medis untuk melawan wabah pandemi, khususnya tes infeksi, penelusuran dan isolasi kontak. Ketujuh, bagi daerah khusus yang terkontaminasi secara massal tetap wajib diisolasi.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA