oleh

Imam Besar Masjid Istiqlal Ajak Santri Sosialisasi Protokol Kesehatan

BERITA649.com– Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA mengatakan  metode yang dilakukan pemerintah menekan angka penyebaran COVID-19  seperti protokol Nabi Muhammad SAW saat menghadapi virus pada masanya.

Nabi Muhammad  bersabda bila berkembang wabah, jangan pernah masuk ke tempat tersebut. Bila telanjur di dalamnya, jangan keluar dari tempat itu.

“Pandemi itu ada. Kalau dibilang tidak ada, itu melakukan pembodohan terhadap masyarakat,” kata Prof Nasaruddin pada talkshow “Santri Sehat Indonesia Kuat” di Media Center Satgas Penanganan COVID-19 Graha BNPB Jakarta (22/10/2020).

Nasaruddin mengajak para santri dan pengelola pesantren tidak berdiam diri. Santri diimbau proaktif mensosialisasikan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren.

BACA JUGA: Mewujudkan Kota Taat Protokol Kesehatan

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Dr Masdalina Pane MSi (Han) mengatakan metode pengendalian virus pada zaman Nabi Muhammad SAW masih relevan.

“Pengendalian itu sama dengan istilah karantina. Jadi,  pandemi bukan sesuatu yang baru,” katanya.

Masdalina mengatakan, santri yang tinggal dalam satu populasi cukup lama seperti di pesantren berisiko terpapar virus corona lebih tinggi. Namun bila tidak terhubung dengan dunia luar, justru relatif lebih aman.

Namun, penanganan karantina di pesantren  jauh lebih mudah disbanding di rumah. Meski demikian, Masdalina meminta santri yang memiliki gejala ringan segera memberitahu  pengurus agar segera mendapat tindakan. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA