oleh

Hotel dan Restoran di DIY Terancam Bangkrut

YOGYAKARTA – Pandemi virus Corona telah mengubah seluruh lini kehidupan di dunia, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bila kondisi ini terus berlanjut tidak ke arah lebih baik, bisnis hotel dan restoran di DIY dikhawatirkan akan bernasib mengenaskan. Kok bisa?

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Dedy Pranowo Eryono tidak menduga bila virus Corona akan melumpuhkan bisnis hotel dan restoran di DIY.

Pasalnya, geliat hotel dan restoran sejak awal Januari hingga Maret 2020 memperlihatkan tren positif. Banyak grup-grup wisatawan domestik yang telah pesan penginapan.

BACA JUGA: SOP Harus Konsisten DilaksanakanKeselamatan Masyarakat Diutamakan

Bahkan, sudah ada yang memesan untuk Lebaran 2020. Namun, pengelola hotel dan restoran di DIY tak mengira bila kondisi berubah 180 derajat. Rencana liburan ke Yogyakarta dibatalkan.

“Mendadak semua berubah setelah Yogyakarta dinyatakan terpapar penyebaran virus Corona. Wisatawan domestik membatalkan liburan ke Yogyakarta,” kata Dedy yang juga pemilik Hotel Ruba Graha.

INTENS: Komunikasi PHRI DIY dengan Pemda DIY. (istimewa)

Terhitung tanggal 15 – 17 Maret, bisnis hotel dan restoran di DIY kehilangan potensi pemasukan sebesar Rp 33,6 miliar. Perhitungan itu dari sampel 36 hotel di DIY.  Sampai tanggal 19 Maret hari ini potensi kehilangan diperkirakan membengkak hingga dua kali lipat.

Bahkan, bila tiga bulan ke depan tidak ada perubahan positif. Penanganan virus Corona tidak membaik sampai Mei 2020, bisnis hotel dan restoran di DIY sangat mungkin akan bangkrut.

“Ini dalam kondisi SOS kalau pemerintah pusat tidak cawe-cawe,” katanya melihatkan wajah serius.

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA