oleh

Hati-Hati, Kerumunan Bisa Picu Klaster Baru

BERITA649.COM – Kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan terbukti berpotensi menimbulkan penularan COVID-19.

Kerumunan juga bisa memunculkan klaster baru di berbagai daerah. Satgas Penanganan COVID-19 menyebutkan berdasarkan data nasional, kegiatan kerumunan berdampak terjadinya klaster penularan COVID-19.

Sidang GPIB Sinode memunculkan 24 kasus di 5 provinsi. Klaster ini berawal dari kegiatan agama di Bogor, Jawa Barat yang diikuti 685 peserta.

Lalu, menyebar ke Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA: Workshop Antisipasi Disinformasi Vaksinasi COVID-19

Lalu, klaster kegiatan Bisnis Tanpa Riba yang memunculkan 24 kasus di 7 provinsi. Menimbulkan tiga korban jiwa.

Klaster ini berawal dari kegiatan di Bogor yang diikuti 200 peserta. Kasusnya menyebar ke Lampung, Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Papua.

Di Lembang, Jawa Barat terdapat klaster Gereja Bethel. Kegiatan ini melibatkan sekitar 200 orang dengan 226 kasus.

Lalu, klaster Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan dengan 8.761 orang menghasilkan 1.248 kasus di 20 provinsi.

Lalu, klaster Pondok Pesantren Temboro di Jawa Timur menimbulkan 193 kasus di 6 provinsi.

Fenomena klaster kerumunan juga pernah terjadi saat kapal pesiar besar Diamond Princess, mengangkut 2.000 – 4.000 penumpang.

Mereka harus dikarantina di Jepang pada bulan Februari tahun 2020. Akibatnya, sebesar 17 persen dari 3.700 penumpang dan awak kapal terinfeksi COVID-19.

Ada waktu sekitar 3 hari terhadap kontak erat itu dilacak. Pasien segera diisolasi sebelum terus menulari yang lain.

“Saya minta kesadaran dan kerjasama untuk tidak berkerumun. Karena apa yang kita semai, inilah yang akan kita tuai. Jangan gegabah dan egois,” pesan pinta Profesor  Dr Wiku Adisasmito. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA