oleh

Hasil Swab Positif, Cek Lagi Setelah Hari ke-10

BERITA649.COM – Tes swab atau usap dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan metode yang saat ini paling akurat mendeteksi COVID-19. Namun, hasil pemeriksaan kadang berbeda meski uji swab dilakukan dalam waktu berdekatan.

Pakar Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, dr Titik Nuryastuti MSi PhD SpMK (K) menjelaskan terdapat beragam faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil uji swab PCR.

Salah satunya faktor waktu dan prosedur pengambilan sampel swab. Kata Titik, waktu pengambilan swab yang berbeda bisa memberi hasil pemeriksaan yang berbeda.

Ia mencontohkan, seseorang melakukan tes swab di rumah sakit dan hasilnya positif. Satu hari berikutnya kembali melakukan swab PCR di rumah sakit berbeda. Hasilnya menjadi negatif.

BACA JUGA: Mahasiswa UMY Diminta Ikuti Anjuran Pemerintah

“Bila ini terjadi dalam masa inkubasi virus, yakni hari ke 2 -14 setelah terpapar, kondisi ini disebut negatif palsu. Ini mungkin terjadi karena jumlah virus yang rendah dan berada di bawah ambang deteksi PCR sehingga memberikan hasil negatif,” jelas Titik yang juga ketua Tim Laboratorium COVID-19 FKKMK UGM.

Seperti dilansir ugm.ac.id, Titik menyebutkan banyak faktor yang mempengaruhi hasil uji swab PCR. Meliputi fase preanalitik, analitik dan post analitik.

Fase preanalitik memberi pengaruh paling besar.  Seperti proses pengambilan sampel, penanganan dan transportasi sampel sebelum sampai di laboratorium, penyimpanan serta pengiriman sampel.

Berikutnya, fase analitik. Yakni, proses pengerjaan ekstraksi RNA dan PCR. Terakhir adalah fase post-analitik. Yakni, tahapan interpretasi hasil dan diserahkan pada pasien.

Sementara pemeriksaan swab PCR di Laboratorum COVID-19 FKKMK/RSA UGM, semua prosedur  dilakukan sesuai standard WHO/CDC. Dilakukan di lab dengan fasilitas BSL 2 plus.

UGM juga telah melakukan uji Pemantauan Mutu Eksternal (PME) ke Litbangkes Jakarta. Hasilnya lulus 100  persen.

Saat ini, Laboratorium COVID-19 FKKMK UGM sedang mengikuti tes profisiensi dengan mengerjakan panel isolat yang dikirim Litbangkes. Sementara kit PCR yang digunakan sesuai rekomendasi BNPB dengan sensitivitas dan spesifitas bagus.

“Sebagian sampel yang masuk sudah dilakukan sekuensing untuk mengetahui urutan genomnya. Sehingga membuktikan proses PCR  bisa mengamplifikasi gen virus SARS CoV-2 penyebab COVID-19,” terangnya.

Menanggapi perbedaan hasil  laboratorium, Titik mengatakan perlunya pertimbangan pemeriksaan swab PCR dilakukan dalam konteks penelusuran kontak erat.

Jika hasil uji swab PCR positif, tidak perlu dilakukan swab kali kedua dalam waktu berdekatan. Bila akan dilakukan sebaiknya diambil setelah hari ke-10. (mkb/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA