oleh

Harga Rp 62 Juta, 100 Unit GeNose Telah Terjual

BERITA649.COM – Lima ribu unit GeNose C19 lewat embusan napas karya  tim peneliti UGM siap didistribusikan pada pertengahan bulan Februari 2020.

“Siap didistribusikan dan bisa dipakai di seluruh Indonesia,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro kepada wartawan melalui daring Senin (28/12/2020).

Kata Bambang, Genose C19 telah digunakan di sejumlah rumah sakit. Antara lain RS Bhayangkara Yogyakarta, RS Karyadi Semarang, RS Moewardi Solo, dan RS UNS.

GeNose C19  memperkuat sistem surveillance 4T. Yakni testing, tracing, tracking, serta treatment. Ia berharap inovasi yang dihasilkan tidak hanya mendukung sektor kesehatan. Tetapi menunjang upaya pemulihan kegiatan ekonomi.

BACA JUGA: Virus Corona Terus Bermutasi

Inovasi GeNose berkontribusi menghemat anggaran belanja untuk keperluan rapid test COVID-19. GeNose mempercepat proses deteksi orang terinfeksi COVID-19, membantu mitigasi risiko penyebaran COVID-19 di berbagai wilayah.

“Serta membangun kepercayaan publik bahwa industri dalam negeri mampu memproduksi inovasi,” katanya seperti dilansir ugm.ac.id.

Alat yang dikembangkan tim peneliti UGM sejak Maret 2020 ini memiliki sensitifitas hingga 92 persen, spesifitas mencapai 95 persen. Satu unit GeNose C19 dijual Rp 62 juta.

Dapat digunakan mendeteksi COVID-19 melalui embusan napas  sekitar 2 menit tanpa memerlukan reagen maupun bahan kimia. Bisa digunakan melakukan tes sekitar 120 ribu orang per hari dengan biaya relatif terjangkau.

Anggota Tim Pengembangan GeNose, dr Dian Kesumapramudya Nusantara mengatakan 100 unit GeNose C19 telah terjual. Selanjutnya  akan memproduksi 100 unit dengan bantuan Kemenritek/BRIN.

“Inshaallah dengan bantuan institusi dan filantropi akan diproduksi sekitar 2 ribu pada akhir Januari. Sebanyak 5 ribu pada pertengahan Februari. Targetnya bisa 10 ribu,” jelas Dian.

BACA JUGA: Perketat Pengawasan Pelaku Perjalanan dari Inggris dan Australia

GeNose mudah digunakan. Tidak memerlukan pemeliharaan yang rumit. Pengecekan dan pemeliharaan dilakukan setelah pemeriksaan 150 ribu sampel nafas atau jika muncul gangguan.

Mesin dapat didekontaminasi dengan disinfektan tipe swab atau oles. Tidak disarankan menggunakan disinfektan tipe semprot. Mesin dalam posisi mati sebelum dibersihkan.

Jika hasil positif, perlu melakukan pengambilan ulang embusan napas ke-2 dalam waktu 30 menit setelah pengambilan pertama. Jika hasil konsisten positif disarankan melanjutkan pemeriksaan dengan PCR konfirmasi. (mkb/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA